ASAL USUL DESA AMBALKUMOLO
Kisah ini diawali dari tiga puluh tahun lalu sebelum kemakmuran terjadi. Tidak banyak yang tahu bahtera itu diciptakan karena perjuangan seorang lelaki yang ingin mengorbankan hidupnya demi keselamatan wilayah dan warganya. Dalam perjalanannya, ada seorang janda muda di tengah-tengah hutan yang penuh dengan pohon-pohon tebal yang dicintai oleh binatang liar. Setelah itu, seorang lelaki tersebut datang ke hutan untuk memburu hewan-hewan untuk makan di rumah. Dengan panah yang ditinggalkan ayahnya, dia berjalan sendirian di sepanjang hutan. Dia tahu bagaimana dia bisa berburu. Setelah dia berjalan, ada lima belas burung di keranjang rotan.
Kemudian memasuki tengah hutan, dia menemukan suara yang kuat. Wanita cantik yang tertarik pada lensanya tampak kesakitan. Tidak perlu berpikir lama Molo, seorang lelaki yang lembut membawa seorang wanita ke desa untuk dirawat oleh dokter. Seminggu setelah perawatan dokter, Ambar, seorang wanita yang tinggal di tengah hutan, datang ke rumah untuk mengucapkan selamat tinggal. Dia sangat mencintai Molo karena telah menyelamatkan hidupnya. Molo dengan cepat memasang wajahnya yang sedih, seolah-olah dia tidak ingin Ambar meninggalkannya sendirian.
Molo akhirnya memutuskan untuk menjadikan Ambar sebagai pendamping hidupnya. Keduanya akhirnya tinggal di rumah sendiri dan menjadi sepasang suami istri. Karena cintanya pada Molo, Ambar melahirkan seorang putra bernama Arsya, ia menghasilkan lebih banyak uang dan membantu semua orang yang kesulitan sehingga membuat keluarga kecil ini lebih dihormati oleh tetangga mereka. Namun, beberapa orang tidak senang.
Suatu hari, keluarga kecil ini dipaksa untuk diusir dari desa karena dia dituduh memelihara domba Khotim, tempat dia bekerja. Bingung dengan kurangnya kerabat untuk meminta bantuan, ia pindah ke rumah Ambar di tengah hutan. Sepuluh tahun setelah pindah, banyak orang datang dan membangun pondok-pondok kecil di sekitar hutan. Kebahagiaan keluarga ini mulai bangkit kembali. Namun, nasib buruk pun tak bisa dihindari.
Setelah berburu di hutan, dia menemukan bahwa orang tuanya telah meninggal di luar rumah. Arsya sedih dan kecewa, dia belum pernah menghadapi kenyataan pahit sebelumnya. Merasa bahwa dia tidak ada keluarga lagi, akhirnya dia memutuskan untuk menembakkan panah ke perut kanannya. Sebelum dia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, dia telah berteriak, "Amber aku Molo …" Suara itu terdengar oleh Abey, salah satu tetangganya.
Merasa ada sesuatu yang salah, dia langsung menuju sumber suara. Segera Abey terkejut melihat pemandangan tragis di depan matanya. Dia menemukan tiga makhluk Tuhan menumpahkan darah tanpa henti. Sebagian darah mengalir ke lor dan sebagian lagi ke kidul. Sehingga menjadikan desa itu becek (jeblog). Puluhan tahun setelah kejadian itu, hutan-hutan yang ditumbuhi pohon-pohon dan penuh margasatwa sekarang menjadi desa yang disebut Ambalkumolo. Nama ini berasal dari kata yang diberikan Abey, "Amber dan Molo". Desa ini memiliki tiga dusun, yaitu Sumur Lor, Sumur Kidul dan Jeblog.
Demikian Asal Usul Desa Ambalkumolo Semoga Bermanfaat
Komentar
Posting Komentar