Pengertian Buku Teks Lengkap beserta Komposisi, Susunan dan Strukturnya

 


A. Pengertian buku teks menurut beberapa ahli yaitu :

1. Menurut Echols & Sadily, 2006: 584
Menurutnya, Textbook memiliki padanan kata dengan buku pelajaran.
Menurut Crowther, 1995: 1234
Menurutnya, buku teks dijelaskan sebagai a book giving instruction in a subject used especially in schools (buku yang memberikan petunjuk dalam sebuah pelajaran, khususnya disekolah).

2. Menurut Tarigan dan Tarigan, 1986: 13
Menurutnya, buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu yang merupakan buku standar yang disusun oleh pakar dalam bidangnya untuk maksud-maksud dan tujuan instruksional yang dilengkapi dengan sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh pemakainya disekolah maupun diperguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran.

3. Menurut Buckingham, 1958 : 1523
Menurutnya, buku teks adalah sarana belajar yang digunakna disekolah-sekolah dan di perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran.

4. Menurut Hall_Quest, 1915
Menurutnya, buku teks adalah rekaman pikiran rasional yang disusun untuk maksdud dan tujuan tujuan instruksional.

5. Menurut Lange, 1940
Menurutnya, buku teks adalah buku standar atau buku setiap cabang studi dan dapat terdiri dari dua tipe, yaitu buku tokok dan buku tambahan.

6. Menurut Bacon, 1935
Menurutnya, buku teks adalah buku yang dirancang untuk penggunaan dikelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau ahli dalam bidang tersebut dan dilengkapi dengan sarana-saran pengajaran yang sesuai dan serasi.


B. Alasan digunakannya buku teks dalam pembelajaran

Alasan digunakannya buku teks dalam pembelajaran yaitu karena buku ini memiliki peran yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Supriadi (2000: 46), buku teks berperan sebagai bahan ajar atau media instruksional yang dominan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, buku itu berguna untuk menyampaikan materi kurikulum. Keberadaan teks pembelajaran begitu penting sehingga diprioritaskan dan dimanfaatkan sebagai pendamping siswa dalam mengembangkan daya pikirnya sendiri.
Tanpa buku semacam teks, siswa akan kesulitan dalam belajar, baik di dalam kelas maupun secara mandiri. Jadi, buku tersebut dapat dikatakan sebagai pegangan utama peserta didik, baik dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi maupun dari sekolah negeri atau swasta. Tidak hanya digunakan oleh peserta didik, buku teks juga digunakan oleh pendidik. Para tenaga pendidik memerlukan buku tersebut sebagai silabus. Ditambah lagi, buku tersebut memberikan panduan instruksional kepada pendidik untuk memudahkan mereka dalam mengajar, apabila tidak terdapat silabus. Oleh karena itu, buku jenis ini juga sangat diperlukan oleh para pendidik di Indonesia.

Para peserta didik tidak hanya dapat menggunakan modul pembelajaran yang beredar di Indonesia, tetapi juga diberi hak untuk memilih buku yang akan mereka pakai dengan bebas. Mereka diberi keleluasaan untuk memilih sendiri buku tersebut yang menurut mereka akan diperlukan oleh para peserta didik untuk belajar. Dengan begitu, buku yang mereka pilih dapat memenuhi keperluan mereka di dunia pengajaran. Dengan melihat peran penting secara umum di atas, dapat kita pahami bersama bahwa buku teks ini diyakini sebagai media untuk melangsungkan kegiatan pembelajaran.

Lebih lanjut, digunakan buku teks untuk pembelajaran alasannya adalah sebagai berikut:
1. Buku teks dapat dijadikan sebagai media yang memudahkan para pendidik menyampaikan dan mengembangkan materi di dalam kelas.

2. Para pendidik memiliki waktu yang terbatas untuk mengembangkan materi baru, sebab profesinya sebagai pengajar tidak hanya menuntut mereka untuk bekerja di dalam kelas. Ada berbagai tugas lain, baik secara fungsional maupun struktural yang juga perlu dikerjakan dan diselesaikan.

3. Terdapat tekanan eksternal yang menekan kebanyakan pendidik. Oleh karena itu, mereka perlu mempermudah pekerjaan mereka dengan menyediakan buku pegangan.

4. Buku teresebut dapat digunakan untuk membuat kerangka kerja yang mengatur dan menjadwalkan waktu kegiatan program pengajaran.

5. Bagi para peserta didik, buku tersebut adalah salah satu alasan mereka belajar. Tanpa buku, mereka tidak memiliki suatu tujuan untuk belajar. Mereka akan merasa bahwa tidak ada yang bisa dipelajari jika tidak ada buku-buku pembelajaran.

6. Tanpa buku teks, peserta didik juga tidak akan menemukan fokus yang jelas. Mereka kemudian akan menambah ketergantungan terhadap pendidiknya. Dengan begitu, pendidik akan memiliki tugas yang sangat berat karena dijadikan sebagai fokus pembelajaran.

7. Buku teks menjadi tanda bahwa peserta didik adalah subjek yang perlu ditangani dengan serius

8. Buku teks berperan ganda, misalnya sebagai silabus, penyedia teks pengajaran dan tugas pembelajaran dalam banyak kondisi. 

9. Selain itu, adanya buku tersebut memudahkan para pendidik dan peserta didik karena wujudnya yang siap pakai.

10. Bagi para pendidik, khususnya yang belum memiliki banyak pengalaman, buku teks berfungsi sebagai senjata yang mengamankan, memberi petunjuk, dan membantu pelaksanaan kerja mereka.


C. Komposisi, susunan, struktur yang menjadi komponen penyusun buku teks

1. Komposisi yang menjadi komponen penyusun buku teks

a.  Kompetensi Dasar atau Materi Pokok
Komposisi buku teks yang pertama adalah adanya kompetensi dasar atau materi pokok. Buku harus menyediakan materia sesuai dengan kurikulum. Kesesuaian materi dalam buku juga berstandar. Materi-materi yang ada di dalamnya haruslah sejalan dengan konsep ilmu pendidikan. Ketidaksejalanan materi yang ada dalam buku dengan konsep ilmu pendidikan juga akan berpengaruh pada tujuan pembelajaran serta visi dan misi sekolah. Pentingnya penyesuaian materi ini juga akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

b.  Informasi Pendukung
Selain mengacu pada kurikulum dan materi, juga perlu ditambahkan informasi pendukung. Informasi ini berguna untuk memperkuat materi yang dijabarkan. Supaya peserta didik lebih memahami kegunaan dari rumus angka tersebut, informasi pendukung juga perlu disampaikan misalnya dengan contoh kasus, gambar yang menarik, atau fakta-fakta di lapangan.

c. Latihan
Komposisi buku teks juga tidak lepas dari latihan. Sebagai buku pegangan pembelajaran maka bagian latihan ini perlu ada. Yang mana tujuannya untuk menilai seberapa paham peserta didik dengan materi yang telah disampaikan. Biasanya di dalam buku teks, soal latihan terdiri dari pilihan ganda dan isian.

d. Penilaian
Jika ada latihan, tentu ada penilaian. Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya jika buku teks ini berfungsi sebagai pedoman peserta didik dalam proses pembelajaran. Maka saat mereka telah mengerjakan latihan, di dalam buku tersebut terdapat pula uraian penilaian yang harus dikuasai guru.

2. Susunan yang menjadi komponen penyusun buku teks:
Dalam menyusun buku teks, ada metode dan sarana penyajian dalam buku teks yaitu sebagai berikut:
a.  Menarik, syarat penulisan buku ajar disusun secara menarik. Tentu saja buku teks disusun semenarik mungkin, agar peserta didik tidak merasa monoton dan bosan. Apalagi jika segmentasi sasaran adalah peserta didik menengah atas, mereka sangat mudah bosan dengan system belajar yang itu-itu saja.

b. Menantang, tidak ada salahnya menulis buku teks dengan alur yang lebih menantang. Fungsinya untuk menstimulus syaraf otak peserta didik. Karena peserta didik lebih senang materi yang mampu menghidupkan dan menyentil kreatifitas. Sedangkan buku teks yang ditulis terlalu kaku, sebenarnya tidak cukup menarik bagi mereka. Apalagi jiwa peserta didik banyak yang memiliki jiwa muda.

c. Merangsang system syaraf otak inilah yang paling penting. tanpa rangsangan otak, daya tarik peserta didik akan hilang. Dengan kata lain, merangsang system syaraf hanya sebagai metode, agar mereka aktif berfikir dan mampu menggerakan motivasi belajar secara mandiri.

d. Bervariasi menyampaikan materi itu penting. Karena mereka sudah cukup bosan belajar secara formal. Salah satu meredam rasa bosan belajar di kelas, maka buku teks di buat lebih bervariatif. agar ada suasana yang baru.

e. Bahan mendalam juga menjadi poin penting. Apalagi buku teks era sekarang, anak memiliki cara berfikir yang lebih kreatif. Tentunya materi harus di paparkan lebih mendalam dan semenarik mungkin.

3. Struktur yang menjadi komponen penyusun buku teks:
Struktur yang menjadi komponen penyusun dari buku teks terdiri dari judul-judul bab. Seperti pendahuluan atau bab-bab yang membicarakan isi buku. Bab-bab dalam buku teks mengandung elemen seperti isi yang bebas plagiarisme, paragraf, dan kalimat yang mesti sesuai. Tujuannya agar buku teks dapat berbobot dan efisien, sampai ditangan pembaca tidak merupakan kesia-siaan memegang buku teks tersebut. Struktur yang menjadi komponen penyusun buku teks yaitu terdiri dari:

a.  Pendahuluan
Dalam buku ilmiah atau ilmiah populer, pendahuluan sudah termasuk isi buku atau merupakan bab 1 (pertama); Judul bab tidak harus Pendahuluan tetapi isinya kurang lebih sama yaitu mencakup: pengertian judul secara lengkap, perkembangan/latar belakang judul, ruang lingkup bahasan & uraian penjelasannya, tantangan mendatang.

b. Penulisan Bab
Setiap bab mengandung tiga komponen: paragraf pembuka, paragraf utama, dan paragraf penutup (Burton & Steane, 2004:180) serta dekorasi. Paragraf pembuka untuk mengarahkan, memusatkan pikiran atau menarik pembaca pada substansi yang akan dibaca.

c. Paragraf Pembuka
Paragraf memberikan latar belakang (gambaran umum) dan singkat tentang judul bab. Secara struktural, paragraf pembuka menyebutkan sejumlah sub-bab yang akan dibahas. Lebih rinci isi paragraf pembuka menurut Leo (2007:29) adalah sebagai berikut: memberikan latar belakang informasi singkat tentang judul bab kepada pembaca, merangsang minat pembaca untuk terus melanjutkan membaca bagian berikutnya, menunjukkan susunan atau organisasi isi bab, memberitahukan bagian-bagian utama bab (sub-judul bab), menyatakan tujuan setiap bab/pelajaran yang akan dicapai.

d. Paragraf Utama
Paragraf utama membahas semua sub-judul (bagian-bagian) yang disebutkan dalam paragraf pembuka. Bagian-bagian paragraf utama mengikuti alur logis yang mengalir dan pertaliannya logis (coherent) mendukung dan mengembangkan ide utama (Burton & Steane, 2004:180). Setiap paragraf mengandung: Kalimat utama (topic sentence) yang di dalamnya terkandung ide utama, Kalimat penjelas utama yang mendukung kalimat utama, Kalimat penjelas berikutnya yang kendukung kalimat penjelas utama serta kalimat penjelas berikutnya, kalimat penutup paragraf khusus untuk paragraf yang panjang bila diperlukan.

e. Paragraf Penutup
Paragraf penutup biasanya berisi ringkasan, pernyataan ulang atau kesimpulan dilengkapi dengan komentar atau harapan penulis untuk dipikirkan atau disikapi oleh pembaca. Sering juga ditemukan latihan, pertanyaan, soal-soal, kasus, atau masalah yang berhubungan dengan judul bab untuk mengetahui pemahaman dan melatih keterampilan pembaca.

f. Dekorasi
Dekorasi perlu dibuat untuk menghilangkan kejenuhan pembaca, menarik perhatian pembaca, membuat pembaca lebih mudah memahami isi, dan untuk menghias tampilan. Dekorasi bab biasanya berupa gambar, ungkapan, diagram, tabel, foto, ilustrasi yang berhungan dengan bahasan bab.

g. Bahasa
Bahasa yang digunakan jelas, halus dan menarik, efisien dan konsisten mengikuti standar aturan penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Paragraf, kalimat dan kata tidak mengandung kesalahan yang serius.

h. Penomoran
Buku teks sekarang pada umumnya hampir tidak menggunakan nomor atau kalau mau pakai maksimal dua digit. Bila lebih dari dua digit, buku tersebut akan terlihat seperti buku ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi atau artikel jurnal) dan bukan buku text atau ilmiah populer. Penomoran 1.1, 1.2, dst. Biasanya untuk gambar, ilustrasi atau diagram yang ada pada bab tersebut.

i. Bagian Penutup
Bagian pentup buku berisi daftar rujukan, lampiran dan Biodata/CV penulis.
Daftar rujukan buku sebaiknya mempunyai rujukan minimal dua puluh (20) sumber. Daftar rujukan disusun sesuai atauran American Psychologist Association (APA), Modern Language Association (MLA) atau aturan lainnya. Lampiran berisi index, glossary, kunci jawaban, tapescript, dan informasi penting lainnya. Biodata/CV mencantumpakan pendidkan, pengalaman praktis dan akademis yang memberiakan kontribusi gagasan penulisan buku. Blurb (sampul belakang buku) merupakan penjelsan singkat tujuan dan isi buku dari penulis untuk menarik perhatian calon pembaca/pengguna buku agar membeli buku.


Demikian Materi tentang Pengertian Buku Teks Lengkap beserta Komposisi, Susunan dan Strukturnya Semoga Bermanfaat

Komentar