Menurut Alwasilah (2000) terdapat kesalahan dalam pembelajaran bahasa dewasa ini berikut penjelasan lengkapnya

 

1. Menurut Alwasilah (2000) terdapat kesalahan dalam pembelajaran bahasa dewasa ini. Kesalahan tersebut, yakni pembelajaran yang terlampau berkonsentrasi pada keterampilan berbahasa dan mengabaikan fungsi bahasa sebagai sarana berpikir. Berikut penjelasannya:

Menurutnya, pembelajaran bahasa seharusnya diniati sebagai upaya pembangunan literasi kritis, yang meliputi sikap dan keterampilan kritis-analitis dalam memahami dan menginterpretasikan teks ujaran maupun tulis. Literasi kritis tidak hanya mengajari peserta didik menguasai kemampuan dasar, seperti memahami, memprediksi dan meringkas tetapi melatih mereka menjadi pengguna bahasa yang kritis dalam berbagai konteks dalam memahamii informasi yang diterimnya.

 

2.   Kecerdasan majemuk yang berorientasi pada partisipasi peserta didik (KMP) adalah kegiatan pembelajaran yang memungkinkan intensitas saling belajar yang tinggi di antara peserta didik. Berikut penjelasan langkah-langkah pembelajaran menulis dengan mengikuti prosedur KMP tersebut :

Langkah-langkah pembelajaran menulis dengan mengikuti prosedur KMP:

1)   Penyampaian masalah melalui stimulus artikel

Untuk mengidentifikasi masalah digunakan teks/ bacaan sebagai stimulus. Teks bacaan dibagikan kepada peserta didik untuk dibaca dan didiskusiskan dalam kelompok kecil sehingga dihasilkan temuan hasil membaca berupa permasalahan.

2)   Penyampaian informasi

Memberikan kesempatan kepada peserta didik sebagai penentu kerja menulisnya. Untuk mengidentifikasi masalah melalui stimulus teks secara individu.

3)   Pengorganisasian peserta didik dalam tim

Mengembangkan eksperimen dengan kata dan menghargai keunikan ekspresi peserta didik. Mendiskusikan temuan-temuan hasil baca dalam kelompok kecil dan mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

4)   Pembimbingan tim dan memfasilitasi bahan referensi

Memodelkan aktivitas menulis, memanfaatkan minat dan kemampuan peserta didik. Dengan aktivitas mencari dan mengumpulkan sumber-sumber referensi untuk memperkaya wawasan dalam alternatif pemecahan masalah. Dalam berburu referensi peserta didik menganalisis, menginternalisasi, dan meyintesis informasi pemecahan masalah.

5)   Pemberian kesempatan untuk mendemonstrasikan hasil menulis

Setelah ide pemecahan masalah ditemukan, peserta didik menuangkan / menulis dalam bentuk artikel dengan mengambil pendapat terkini, dengan mengikuti cara dan konvensi penulisan artikel.

6)   Evaluasi  

Menulis artikel diketik pada ukuran kuarto (A.4) dengan huruf Times New Roman, font 12, dan spasi 1,5. Mencantumkan identitas penulis dibagian bawah pada akhir tulisan.

 

3. Penjelasan hakikat model, pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran, dan taktik pembelajaran:

a.    Model pembelajaran

Model pembelajaran merupakan suatu rancangan yang digunakan untuk membantu menyusun kurikulum, mengembangkan materi ajar dan memberi arahan pengajar dalam kegiatan dikelas. Model pembelajan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut terlihat kegiatan pendidikan peserta didik dalam wujud kondisi belajar.

b.   Pendekatan pembelajaran

Pendekatan pembelajaran merupakan cara kerja yang mempunyai sistem untuk memudahkan pelaksanaan proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dapat juga diartikan sebagai titik tolak terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan mengilhami metode.

c.    Strategi pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan pola-pola umum kegiatana pendidikan dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Suatu rencana tindakan termasuk metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran.

d.   Metode pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan cara yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan.

e.    Teknik pembelajaran

Teknik pembelajaran merupakan cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.

f.     Taktik pembelajaran

Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual.

 

4.  Ada beberapa prinsip belajar yang merupakan ketentuan yang harus dijadikan pegangan dalam pelaksanaan kegiatan belajar, yaitu motivasi, perhatian, aktivitas, balikan dan perbedaan individu. Berikut penjelasan tiga dari lima prinsip belajar tersebut:

a.    Motivasi

Motivasi belajar adalah  berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai oleh individu yang sedang belajar. Bila seseorang yang sedang belajar menyadari bahwa tujuan yang hendak dicapai berguna atau bermanfaat baginya, maka motivasi belajar akan muncul dengan kuat. Motivasi belajar seperti itu disebut motivasi intrinsik atau motivasi internal. Munculnya motivasi intrinsik dalam belajar, karena siswa ingin menguasai kemampuan yang terkandung di dalam tujuan pembelajaran. Motivasi intrinsik disebut pula motivasi murni, karena muncul dari dirinya sendiri. Sedangkan memunculkan motivasi ekstrinsik dapat dilakukan antara lain dengan cara: memberi pujian, hadiah, menciptakan situasi belajar yang menyenangkan, atau memberi nasihat.

b.   Perhatian

Perhatian adalah pemusatan energi psikis (fikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. Makin terpusat perhatian pada pelajaran maka proses dan hasil belajar akan makin baik. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat kepada pelajaran. Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi. Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal. Pertama, orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya; umpamanya dengan kebutuhan, cita-cita, pengalaman, bakat, dan minat. Kedua, objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain, atau yang lain dari yang sudah biasa, lain dari yang pada umumnya muncul.

c.    Aktivitas

Belajar adalah suatu  aktivitas, yang terdiri dari aktivitas mental dan emosional. Bagaimana seorang guru dapat mengaktifkan siswa belajar sangat tergantung pada kepiawaian guru itu sendiri dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran. Guru dituntut memiliki kemampuan untuk membelajarkan siswa secara aktif baik fisik, mental/intelektual, dan emosional. Dalam melaksanakan pembelajaran guru harus berupaya mengoptimalkan aktivitas siswa dalam belajar. Kegiatan mendengarkan penjelasan guru, sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. Namun demikian, guru harus merancang kegiatan-kegiatan belajar seperti apa yang akan dilakukan oleh siswa, agar kadar aktivitas belajar mereka relatif tinggi.

 

5.   Jenis-jenis metode mengajar antara lain: ceramah, diskusi, simulasi, demonstrasi, eksperimen, karya wisata, dan pemecahan masalah. Berikut penjelasan tiga dari tujuh jenis metode mengajar tersebut berdasarkan:

a.    karakteristik

b.   prosedur

c.    persyaratan untuk melaksanakan metode tersebut

d.   keunggulan

e.    kelemahannya

1)   Ceramah

a.    Karakteristik

Karakteristik metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan guru dengan penuturan atau  penjelasan lisan secara langsung kepada siswa. Jadi yang dimaksud dengan metode ceramah adalah suatu cara yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau tentang uraian suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.

b.   Prosedur

Ø Langkah persiapan yaitu menjelaskan kepada siswa tentang tujuan pelajaran dan pokok-pokok masalah yang akan dibahas

Ø Langkah penyajian yaitu guru menyajikan bahan yang berkenaan denganpokok-pokok masalah

Ø Langkah generalisasi yaitu dalam hal ini unsur yang sama dan berlainan dihimpun untuk mendapatkan kesimpulan-kesimpulan mengenai pokok masalah

c.    Persyaratan untuk melaksanakan metode tersebut

Ø Tidak ada sumber bahan pelajaran pada siswa

Ø Tidak ada metode lain yang akan dipergunakan

Ø Menghadapi jumlah siswa yang banyak

d.   Keunggulan

Ø Menghemat waktu dan biaya

Ø Dapat menjelaskan lebih banyak hal kepada murid

Ø Memudahkan guru dalam menyusun rencana pembelajaran

e.    Kelemahan

Ø Interaksi cenderung bersifat center (berpusat pada guru)

Ø Siswa kurang menangkap apa yang dimaksudkan oleh guru.

Ø Tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah

Ø Guru lebih aktif sedangkan murid pasif

 

2)   Diskusi

a.    Karakteristik

Karakteristik metode diskusi adalah suatu metode didalam mempelajari bahan atau menyampaikan bahan dengan jalan mendiskusikannya, sehingga berakibat menimbulkan pengertian serta perubahan tingkah laku siswa.

b.   Prosedur

Ø Mempersiapkan adatu merancanakan diskusi

Ø Pelaksanaan diskusi

Ø Mengevaluasi jalannya diskusi 

c.    Persyaratan untuk melaksanakan metode tersebut

Ø Soal-soal yang pemecahannya sebaiknya diserahkan kepada siswa

Ø Untuk mencari keputusan suatu masalah

Ø Menimbulkan kesanggupan pada peserta didik dalam merumuskan pikirannya

d.   Keunggulan

Ø Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide

Ø Dapat mengembangkan sikap menghargai orang lain

Ø Memperluas wawasan

Ø Membina untuk terbiasa musyawarah mupakat dalam memecahkan suatu masalah

e.    Kelemahannya

Ø Jalannya suatu diskusi dapat dikuasai atau didominasi oleh beberapa siswa yang menonjol sedangkan siswa lainnya menjadi pasif

Ø Diskusi yang mendalam membutuhkan waktu yang lama

Ø Dalam diskusi siswa kurang berani untuk menyampaikan pendapatnya.

 

3)   Demonstrasi

a.    Karakteristik

Metode Demonstrasi adalah suatu metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.

b.   Prosedur

Ø Mempersiapkan alat dan bahan bantu yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Ø Memberikan penjelasan tentang topik yang akan didemonstrasikan

Ø Pelaksanaan demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan peniruan dari siswa.

Ø Memperagakan tindakan, proses, atau prosedur yang disertai penjelasan

Ø Penguatan berupa diskusi, tanya jawab, dan latihan.

Ø Evaluasi hasil belajar dan kesimpulan

c.    Persyaratan untuk melaksanakan metode tersebut

Ø Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis

Ø Sebagai pendahuluan, berilah pengertian dan landasan teori dari apa yang akan didemontrasikan

d.   Keunggulan

Ø Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri

Ø Dengan demonnstrasi perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang sedang diberikan.

Ø Dapat membantu siswa untuk mengingat lebih lama tentang materi pelajaran yang disampaikan.

e.    Kelemahannya

Ø Menyita waktu yang cukup banyak.

Ø Metode ini memerlukan keterampilan guru yang secara khusus

Ø Demontrasi akan menjadi tidak efektif jika siswa tidak turut aktif

Ø Memerlukan tenaga yang tidak sedikit.



Demikian semoga bermanfaat


Komentar