Pengertian kurikulum, Sejarah singkat kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia, Tentang Kurikulum 2013, Perbedaan antara KTSP dan Kurikulum 2013

 1.      Pengertian kurikulum

     Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum memiliki manfaat yaitu:

     Bagi guru kurikulum dapat digunakan sebagai pedoman untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan pembelajaran. Bagi sekolah kurikulum akan membuka peluang bagi pihak sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan. Bagi masyarakat kurikulum memungkinkan masarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan dan menyempurnakan program pendidikan, yaitu melalui kritik dan saran membangun.

 

2.      Sejarah singkat kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia

     Dalam perjalanan sejarah dari tahun 1945 hingga 2020, negara kita memiliki 10 kurikulum pendidikan nasional yang telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, dan 2013. Berikut uraianya:

Kurikulum Rencana Pelajaran (1947)

Sejarah kurikulum pendidikan Indonesia dari Kurikulum Rencana Pelajaran. Kurikulum Rencana Pelajaran 1947 mulai diterapkan di sekolah-sekolah sejak tahun 1950.

Kurikulum Rencana Pelajaran Terurai (1952)

Kurikulum ini dapat dikatakan sebagai cikal bakal sistem pendidikan Indonesia. Dalam Kurikulum Rencana Pelajaran Terurai sudah terdapat rincian mata pelajaran dan menggunakan silabus sebagai pokok-pokok atau isi materi pelajarannya.

Kurikulum 1964

Pada Kurikulum 1964 pemerintah menerapkan program Pancawardhana sebagai pembekalan di jenjang Sekolah Dasar (SD), yakni pendidikan yang meliputi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral.

Kurikulum 1968

Kurikulum 1968 adalah penyempurnaan dari Kurikulum Pelajaran Terurai (1952) hingga Kurikulum 1964. Kurikulum 1968 bertujuan untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat secara jasmani, menjunjung kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan beragama. 

Kurikulum 1975

Pada Kurikulum 1975 sistem pendidikan memiliki orientasi pada tujuan dengan harapan dapat lebih efektif dan efisien. Di Kurikulum 1975 inilah mulai dikenal istilah satuan pelajaran atau rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

Kurikulum 1984

Kurikulum ini sering disebut juga sebagai Kurikulum 1975 yang disempurnakan. Kurikulum 1984 menggunakan metode CSBA (Cara Belajar Siswa Aktif).

Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999

Kurikulum ini merupakan revisi terhadap kurikulum selanjutnya dan dinilai tidak memiliki dasar perbedaan yang prinsipil. Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.

Kurikulum 2004

Kurikulum 2004 atau lebih dikenal dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yakni, perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, nilai serta sikap yang ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

Kurikulum 2006

Berbagai kekurangan dalam KBK berakhir di awal tahun 2006 yang kemudian digantikan dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Guru yang diberikan kebebasan dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa di sekolah tersebut.

Kurikulum 2013

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, menjelaskan bahwa kurikulum terbaru (Kurikulum 2013) akan lebih menekankan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

 

3.      Tentang Kurikulum 2013

     Kurikulum 2013 yaitu kurikulum ini adalah pengganti kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Tujuan Pendidikan Nasional dan berdasarkan evaluasi kurikulum sebelumnya dalam menjawab tantangan yang dihadapi bangsa di masa depan. Pengembangan Kurikulum 2013 khususnya terletak pada:

1. Keseimbangan Pengetahuan – Sikap – Keterampilan

2. Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

3. Model Pembelajaran (Penemuan, Berbasis Proyek dan Berbasis Masalah)

4. Penilaian Otentik.

Dalam kurikulum 2013 ini yang aktif untuk bertanya adalah siswanya. Kurikulum 2013 ingin menciptakan manusia Indonesia yang mampu berpikir kreatif, produktif, inovatif, proaktif, dan afektif, melalui pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan Pengintegrasian ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki peringkat Indonesia.

 

4.      Perbedaan antara KTSP dan Kurikulum 2013 yaitu :

     KTSP lebih mengacu kepada guru, jadi semua materi dari guru dan siswa hanya dapat mencatat trus mengerjakan tugas2 dari guru.

Kurikulum 2013 lebih mengacu kepada siswa, siswa dituntut berperan aktif dalam proses pembelajaran. dan peran guru disini adalah untuk membimbing siswa yg mengalami kesulitan dalam mengatasi suatu problem. Perbedaan lebih jelas dalam tabel berikut:

NO

KTSP

Kurikulum 2013

1.

Mata pelajaran tertentu mendukung kompetensi tertentu

Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (Sikap, Keteampilan, Pengetahuan)

2.

Mata pelajaran dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri

Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi  dasar

3.

Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel lain

Bahasa Indonesia sebagai penghela mapel lain (sikap dan keterampilan berbahasa)

4.

Tiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda

 

Semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik).

5.

Tiap jenis konten pembelajaran diajarkan terpisah

Bermacam jenis konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain.

6.

Tematik untuk kelas I-III (belum integratif)

Tematik integratif untuk kelas I-III

7.

TIK mata pelajaran sendiri

TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain

8.

Bahasa Indonesia sebagai pengetahuan

Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge

9.

Untuk SMA ada penjurusan sejak kelas XI

 

Tidak ada penjurusan SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat.

10.

SMA dan SMK tanpa kesamaan kompetensi

SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap.

11.

Penjurusan di SMK sangat detil

Penjurusan di SMK tidak terlalu detil sampai bidang studi, didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan





Demikian Pengertian kurikulum, Sejarah singkat kurikulum yang pernah berlaku di Indonesia, Tentang Kurikulum 2013, Perbedaan antara KTSP dan Kurikulum 2013 Semoga Bermanfaat

Komentar