MAKALAH PENTINGNYA PERENCANAAN PEMBELAJARAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Guru merupakan
salah satu pihak dalam dunia pendidikan yang memegang peran penting untuk
mengarahkan siswa agar berhasil dalam kegiatan proses belajarnya. Berkenaan dengan
hal ini, pemerintah menetapkan anggaran 20% dari APBN untuk kemajuan
pendidikan. Sehingga negara berharap guru sebagai salah satu unsur penentu
keberhasilan belajar siswa bisa menjadi seorang profesional.
Kata profesional
di atas menuntut guru untuk melakukan perencanaan pembelajaran agar dapat
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa secara sistematis dan tepat,
sehingga dapat tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Adanya
ketidaksinkronan antara tuntutan profesionalisme guru dengan kenyataan, maka
seorang guru harus memahami tentang pembelajaran lebih mendalam. Dengan
demikian, penulis tertarik untuk membahasnya dalam judul: Pentingnya Perencanaan Pembelajaran.
B. RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa pengertian perencanaan
pembelajaran?
2.
Apa saja komponen perencanaan
pembelajaran?
3.
Jelaskan manfaat perencanaan
pembelajaran!
4.
Jelaskan pentingnya perencanaan
pembelajaran!
C. TUJUAN
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu untuk
mengetahui:
1.
Mengetahui pengertian perencanaan
pembelajaran.
2.
Mengetahui komponen perencanaan
pembelajaran.
3. Mengetahui manfaat perencanaan pembelajaran.
4.
Mengetahui pentingnya perencanaan
pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Memahami
definisi Perencanaan Pembelajaran dapat dikaji dari kata-kata yang
membangunnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa perencanaan adalah
proses, cara, perbuatan merencanakan (merancangkan), sementara pembelajaran
adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Begitu juga dalam Oxford Advanced
Learner’s Dictionary tertulis bahwa perencanaan adalah the act or process of making plans for something (kegiatan
atau proses merencanakan sesuatu), dan pembelajaran adalah the act of teaching something to somebody (kegiatan
mengajarkan sesuatu kepada seseorang). Dalam buku yang berjudul Perencanaan
Pembelajaran karya Abdul Majid bahwa perencanaan pembelajaran dibangun dari dua
kata, yaitu:
1.
Perencanaan, berarti menentukan
apa yang akan dilakukan.
2.
Pembelajaran, berarti proses yang
diatur dengan langkah-langkah tertentu, agar pelaksanaannya mencapai hasil yang
diharapkan.
Jadi,
perencanaan pembelajaran adalah rencana guru mengajar mata pelajaran tertentu,
pada jenjang dan kelas tertentu, untuk topik tertentu, dan untuk satu pertemuan
atau lebih.
B.
KOMPONEN PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Menurut buku
yang berjudul Strategi Belajar Mengajar karya Syaiful Bahri Djamarah &
Aswan Zain komponen perencanaan pembelajaran terdiri dari:
1.
Tujuan (Objective)
Tujuan adalah
suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. Tujuan
dalam pembelajaran merupakan komponen yang dapat mempengaruhi komponen
pengajaran lainnya seperti bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar,
pemilihan metode, alat, sumber, dan elat evaluasi.
2.
Bahan Pelajaran (Material)
Bahan pelajaran
adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Karena
itu, guru yang akan mengajar pasti memiliki dan menguasai bahan pelajaran yang
akan disampaikannya pada anak didik.
3.
Metode (Method)
Metode adalah
suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Metode-metode mengajar mencakup:
a. Metode Proyek: yaitu cara penyajian pelajaran
yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi
yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
b. Metode Eksperimen: yaitu cara penyajian pelajaran,
di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri
sesuatu yang dipelajari.
c. Metode Tugas dan Resitasi: yaitu metode
penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan
kegiatan belajar.
d. Metode Diskusi: yaitu cara penyajian pelajaran,
di mana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yang bisa berupa pernyataan
atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
e. Metode Sosiodrama: yaitu mendramatisasikan tingkah
laku dalam hubungannya dengan masalah sosial.
f. Metode Demonstrasi: cara penyajian bahan pelajaran
dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau
benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering
disertai dengan penjelasan lisan.
g. Metode Problem Solving: yaitu menggunakan metode-metode
lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
h. Metode Karya Wisata: yaitu mengajak siswa belajar
keluar sekolah, untuk meninjau tempat tertentu atau objek yang lain.
i. Metode Tanya Jawab: yaitu cara penyajian pelajaran
dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,
tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
j. Metode Latihan: yaitu suatu cara mengajar yang
baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu.
k. Metode Ceramah: yaitu cara penyajian pelajaran
yang dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung
terhadap siswa.
4.
Alat (Media)
Alat adalah
segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
Misalnya: bagan, grafik, komputer, OHP, dan lain-lain.
5.
Evalusi (Evalution)
Evaluasi adalah
kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya, yang bersangkutan
dengan kapabilitas siswa guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa
yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar. Misalnya: tes tulis,
lisan, praktek, dan lain-lain.
C.
MANFAAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Berikut
beberapa manfaat perencanaan pembelajaran dalam proses belajar mengajar, yaitu:
1.
Sebagai petunjuk arah kegiatan
dalam mencapai tujuan.
2.
Sebagai pola dasar dalam mengatur
tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
3.
Sebagai pedoman kerja bagi setiap
unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
4.
Sebagai alat ukur efektif
tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan
kelambatan kerja.
5.
Untuk bahan penyusunan data agar
terjadi keseimbangan kerja.
6.
Untuk menghemat waktu, tenaga,
alat-alat dan biaya.
Melihat manfaat di atas, maka perencanaan pembelajaran sangat perlu dilakukan oleh para guru, sesuai tujuannya yaitu agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien.
D.
PENTINGNYA PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Inti proses pendidikan adalah pembelajaran. Inilah aktivitas rutin yang dilakukan guru sehari-hari. Agar program yang
mereka lakukan lebih terarah, mereka musti tahu kurikulum yang dirilis
pemerintah. Informasi dari kurikulum itulah sebagai bahan mereka untuk menyusun
silabus dan rencana pembelajaran.
Guru selayaknya dapat memahami tentang semua aktivitas teknik menyangkut
pembelajaran secara baik. Tidak hanya itu, penting juga informasi tentang
standar kompetensi yang seharusnya dimiliki guru sendiri.
Untuk mencapai
tujuan pembelajaran, maka sudah pasti dibutuhkan perencanaan pembelajaran yang
baik. M. Sobry Sutikno dalam bukunya Pengelolaan Pendidikan Tinjauan Umum dan
Konsep Islami menegaskan bahwa perencanaan
merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan pengelolaan.
Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu
kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan
yang diinginkan. Oleh karena itu perencanaan
pembelajaran menjadi hal yang sangat penting dalam tercapainya tujuan.
Peran penting
perencanaan pembelajaran dapat terlihat ketika mengamati keadaan yang mungkin
terjadi ketika diterapkannya perencanaan pembelajaran oleh seorang guru atau
sebaliknya.
Kemungkinan
yang akan terjadi dalam proses belajar mengajar ketika seorang guru melakukan
perencanaan pembelajaran dengan benar di antaranya:
a.
Guru akan mempunyai tujuan pembelajaran yang
jelas, sehingga memungkinkan target penyampaian materi yang berdasarkan Standar
Kompetensi akan tercapai secara optimal, bahkan memungkinkan siswa lulus ujian
dengan skor yang terbaik.
b.
Guru akan menguasai materi yang akan
disampaikan dengan baik dan cara penyampaiannya,
c.
Guru akan mempunyai metode yang tepat dalam
pengajarannya, sehingga materi akan mudah dipahami oleh siswa.
d.
Guru akan memiliki
pemilihan media yang tepat, sehingga
memungkinkan siswa sangat tertarik terhadap materi yang disampaikan.
e.
Guru akan memiliki standar jelas
dalam memberikan evaluasi kepada
siswa, bahkan memungkinkan para siswa dapat menjawab semua soal dengan tepat.
Berdasarkan lima kemungkinan positif di atas, secara sederhana dapat dinyatakan bahwa proses belajar mengajar dengan perencanaan pembelajaran yang baik akan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Keberhasilan ini akan mendorong siswa dan guru untuk mengembangkan prestasinya di bidang pendidikan lebih baik lagi.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan pada bab
sebelumnya, maka dapat disimpulkan:
1.
Perencanaan pembelajaran adalah
rencana guru mengajar mata pelajaran tertentu, pada jenjang dan kelas tertentu,
untuk topik tertentu, dan untuk satu pertemuan atau lebih.
2.
Komponen perencanaan pembelajaran
mencakup: tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi.
3.
Manfaat perencanaan pembelajaran
sangat terasa salah satunya untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
4.
Perencanaan pembelajaran dianggap
penting agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien.
B.
SARAN
Untuk menjadi guru yang profesional sangat
ditekankan untuk memahami perencanaan pembelajaran seutuhnya, baik secara
teoritis maupun praktis. Guru sangat diharapkan agar tidak terkungkung dalam
kondisi dimana statusquo yang
menganggap puas dengan ilmu yang sudah ada, tetapi ia harus lebih aktif lagi
dalam mengembangkan kemampuan di bidangnya, baik dalam penyampaian maupun dalam
penguasaan materi. Dengan kata lain, guru harus menyukai novelti dan membuang
jauh-jauh bersandar penuh pada pengalaman saja.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain,
Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta
Hornby, A S. 2000. Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English, Sixth
Edition. New York: Oxford University Press
Majid, Abdul. Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengaja: Salah Satu Unsur Pelaksanaan Strategi
Belajar Mengajar: Teknik Penyajian. Jakarta: Rineka Cipta
Sabri, Ahmad. Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching. Jakarta:
Quantum Teaching
https://komarudintasdik.wordpress.com/2011/10/10/pentingnyaperencanaan-pembelajaran/
Komentar
Posting Komentar