Perbedaan antara lirik, epik dan dramatik dalam suatu karya sastra

 1.      Perbedaan antara lirik, epik dan dramatik dalam suatu karya sastra:

a.   Lirik adalah karangan yang berisi curahan perasaan secara subjektif, ekspresi (curahan) perasaan pribadi yang lebih mengutamakan cara mengekspresikannya.

b.    Epik merupakan karangan yang melukiskan sesuatu secara objektif tanpa mengikutkan pikiran dan perasaan pribadi pengarang.

c.    Dramatik adalah karya sastra yang isinya melukiskan sesuatu kejadian (baik atau buruk) dengan pelukisannya yang berlebih-lebihan.

2.      Menurut Sapardi Djoko Damono, drama memiliki 3 unsur yang sangat penting dan saling berkaitan:

Maksud pernyataan tersebut adalah menurut Sapardi Djoko Damono, drama merupakan salah satu cabang seni yang didalamnya terdapat 3 unsur diantaranya, pemain, penonton dan sutradara. Ke-3 unsur tersebut saling berkaitan atau berdubungan satu sama lain.

Pemain: Merupakan pemeran seni pertunjukan harus mempunyai dua cara untuk menyampaikan cerita kepada para penonton yakni perbuatan dan ucapan.

Penonton: Merupakan penonton penikmat seni yang ada untuk mendukung kelangsungan hidup seni pertunjukan, misalnya seni sirkus mendapat kelangsungan hidupnya dari hasil bayaran penonton tersebut.

Sutradara: Merupakan seorang yang bertugas menciptakan isi cerita kepada seluruh para penontonnya melalui perbuatan dan ucapan para pemeran di panggung.

3.      Perbedaan drama era Romawi dan drama era Elizabet:

Drama Era Romawi

Drama era Romawi merupakan hasil adaptasi bentuk teater Yunani. Di setiap unsur panggungnya terdapat unsur pemanggungan teater Yunani. Drama era ini memiliki ciri :

a.    Koor tidak lagi berfungsi mengisi setiap adegan.

b.    Musik menjadi pelengkap seluruh adegan. Tidak hanya menjadi tema cerita, tetapi juga menjadi ilustrasi cerita.

c.    Tema berkisar pada masalah kesenjangan golongan menengah.

d.   Karakteristik tokoh bergantung pada kelas, yaitu orang tua yang bermasalah dengan anak-anaknya atau kekayaan, anak muda yang melawan kekuasaan orang tua, dan lain sebagainya.

e.    Seluruh adegan terjadi di rumah, di jalan, dan di halaman.

Drama Era Elizabeth

Pada tahun 1576, selama pemerintahan Ratu Elizabeth I, gedung teater besar dari kayu dibangun di London Inggris. Gedung ini dibangun seperti lingkaran sehingga penonton bisa duduk dihampir seluruh sisi panggung. Drama era ini memiliki ciri:

a.    Pertunjukan dilaksanakan siang hari dan tidak mengenal waktu istirahat.

b.    Tempat adegan ditandai dengan ucapan dengan disampaikan dalam dialog para tokoh.

c.    Tokoh wanita dimainkan oleh pemain anak-anak laki-laki

d.   Menggunakan naskah lakon yang dilaognya cenderung berbentuk puitis dan panjang-panjang.

e.    Penyusunan naskah lebih bebas , tidak mengikuti hukum yang sudah ada.

f.     Pertunjukan dilaksanakan siang hari dan tidak mengenal waktu istirahat.

4.      Perbedaan antara  drama dengan genre karya sastra yang lain:

Perbedaan antara  drama dengan genre karya sastra yang lain yaitu drama adalah bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang bebas dan panjang, serta drama di lakukan, lebih banyak percakapan, memiliki epilog, monolog sedangkan karya sastra lainnya tidak diperagakan, percakapan lebih sedikit, tdk memiliki epilog, monolog kecuali novel.

5.      Perbedaan antara teater tradisional dan teater modern:

a.    Teater tradisional adalah wujud atau bentuk teater tradisional nusantara terkondisi dengan tata adat, sosial masyarakat, dan struktur geografis masing-masing daerah. Ciri pembeda:

Ø Karya teater lebih bersifat "anonim", artinya tidak diketahui penciptanya

Ø Pewarisan seni bersifat turun temurun dan bersifat abadi.

Ø Tidak ada naskah baku atau naskah tertulis.

Ø Pertunjukan bersifat impulsif atau tanpa latihan.

Ø Menggunakan bahasa tempat (bahasa lokal) setempat.

Ø Fungsi pertunjukannya berkaitan dengan upacara adat/ upacara keagamaan

b.    Teater modern adalah sumber karya yang diperoleh dari pengamatan pola hidup masyarakat dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, juga budaya kawula muda. Ciri pembeda:

Ø Karya teater diketahui pengarang atau penciptanya

Ø Karya seni bersifat temporal.

Ø Ada naskah baku atau naskah tertulis.

Ø Pertunjukan direncanakan dengan matang dan dilakukan melalui proses latihan.

Ø Menggunakan unsur bahasa lebih bebas; bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa abnormal ataupun bahasa campuran.

Ø Fungsi pertunjukannya mengarah pada seni tontonan sebagai hiburan.

Komentar