PENDEKATAN PENULISAN BUKU TEKS
1. Pendekatan kurikuler
Pendekatan
kurikuler adalah pendekatan
yang mengacu pada kurikulum. Pendekatan kurikuler
juga merupakan rencana atau
sebuah acuan yang mendasar dalam proses pembelajaran yang sangat berguna
tentunya bagi guru dan peserta didik guna mencapai tujuan pembelajaran yang di
harapkan. Untuk
mewujudkan tujuan itu dapat tercapai diperlukan alat bantu guna menunjang
tercapainya tujuan pembelajaran tersebut, alat bantu itu adalah kurikuler.
Dengan kurikuler
kita dapat melakukan kegiatan yang tentunya bermanfaat untuk menunjang
kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian kurikuler dapat diartikan
sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menunjang pembelajaran agar dapat
tercapai tujuan kurikulum.
Adapun beberapa
macam kegiatan kurikuler, seperti:
a)
Kegiatan Intrakulikuler (Intra
Curricular Activities)
Kegiatan
Intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekolah yang sudah teratur,
jelas. dan terjadwal dengan sistematik yang merupakan program utama dalam
proses mendidik siswa. Contohnya: di tiap sekolah umum pasti ada kegiatan
mendidik siswa dengan berbagai mata pelajaran seperti Matematika, PKN, Agama,
dan lain sebagainya yang dilaksanakan misalkan pukul 07.00-13.00 dengan ada
jeda waktu atau istirahat 2 kali.
b)
Kegiatan Kokurikuler
(Co Curricular activities)
Kegiatan
Kokurikuler adalah kegiatan yang sangat erat sekali dan menunjang serta
membantu kegiatan intrakurikuler biasanya dilaksanakan diluar jadwal
intrakurikuler dengan maksud agar siswa lebih memahami dan memperdalam materi
yang ada di intrakurikuler, biasanya kegiatan ini berupa penugasan atau
pekerjaan rumah ataupun tindakan lainnya yang berhubungan dengan materi
intrakurikuler yang harus diselesaikan oleh siswa. Dalam melaksanakan kegiatan
kokurikuler, adal hal-hal yang harus diperhatikan, diantaranya:
1) Dalam
memberikan tugas kokurikuler hendaknya jelas dan sesuai dengan pokok bahasan
atau sub pokok bahasan yang sedang diajarkan.
2) Dalam
memberikan tugas kokurikuler seorang guru hendaknya tahu mengenai tingkat
kesulitannya bagi siswa sehingga tugas yang diberikan kepada siswa itu sesuai
dengan kemampuannya dan tidak memberatkan baik pada fisiknya maupun psikisnya.
3) Dalam
penilaian tugas kokurikuler, hendaknya jelas dan adil sesuai dengan hasil
masing-masing kemampuan siswanya.
4) Dalam
fungsi memberikan tugas kokurikuler, hendaknya selain untuk memperdalam pengetahuan
siswa, guru juga hendaknya dengan tugas kokurikuler ini bisa membantu dalam
penentuan nilai raport.
c)
Kegiatan
Ekstrakurikuler (Extra Curricular Activities)
Kegiatan
Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran biasa
(diluar intrakurikuler), dan kebanyakan materinya pun di luar materi
intrakurikuler, yang berfungsi utamanya untuk menyalurkan/mengembangkan
kemampuan siswa sesuai dengan minat dan bakatnya, memperluas pengetahuan,
belajar bersosilisasi, menambah keterampilan, mengisi waktu luang, dan lain
sebagainya, bisa dilaksanakan di sekolah ataupun kadang-kadang bisa di luar
sekolah. Dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler ini, ada hal-hal yang
harus diperhatikan, supaya kegiatan ini berlangsung dengan baik, diantaranya:
1) Dalam
pelaksanaan kegiatannya, hendaknya bisa bermanfaat bagi siswa, baik buat masa
kini maupun masa yang akan datang.
2) Dalam
pelaksanaan kegiatannya, hendaknya tidak membebani bagi siswa.
3) Dalam
jenis kegiatannya hendaknya bisa memanfaatkan lingkungan sekitar, alam,
industri, dan dunia usaha,
4) Dalam
pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan yang utama, yakni kegiatan
intrakurikuler.
2.
Pendekatan kebahasaan
Pendekatan
kebahasaan adalah pendekatan yang
mengacu kepada status atau kedudukan suatu bahasa. Pendekatan kebahasaan biasanya mendengarkan,
berbicara, membaca, menulis, sastra dan kebahasaan, setelah dijabarkan ke dalam
kompetensi dasar dan dengan menggunakan pendekatan kebahasaan sebagai alat
komunikasi lisan dan tertulis, harus tercakup dalam buku teks.
Pendekatan kebahasan dikatakan
sebagai seperangkat asumsi tentang hakikat
bahasa, pengajaran bahasa dan proses belajar bahasa. Pendekatan dalam
pembelajaran bahasa antara lain:
Pendekatan
Tujuan
Pendekatan
tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar
mengajar yang harus dipikirkan dan ditetapkan lebih dahulu adalah tujuan yang
hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu dapat
ditentukan metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana
yang diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai.
Pendekatan
Struktural
Pendekatan
Struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa yang
dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai kaidah. Atas dasar anggapan
tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus mengutamakan
penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa.
Pendekatan
Keterampilan Proses
Pendekatan
keterampilan proses adalah suatu pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang
berfokus pada pelibatan siswa secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan
hasil belajar. Keterampilan proses meliputi keterampilan intelektual,
keterampilan sosial, dan keterampilan fisik. Keterampilan proses berfungsi
sebagai alat menemukan dan mengembangkan konsep
Pendekatan Whole
Language
Whole language
adalah satu pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa
secara utuh, tidak terpisah-pisah (Edelsky, 1991; Froese,1990; Goodman,1986;
Weaver,1992). Whole language adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang
bahasa, tentang pembelajaran, dan tentang orang-orang yang terlibat dalam
pembelajaran. Whole language dimulai dengan menumbuhkan lingkungan dimana
bahasa diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa (menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis) diajarkan secara terpadu.
Pendekatan
Kontekstual
Hakikat
pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan
materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong
peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pendekatan ini dilibatkan tujuh
komponen utama pembelajaran efektif yaitu: konstruktivisme, bertanya,
menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan asesmen autentik.
Pendekatan
Komunikatif
Pendekatan
komunikatif merupakan pendekatan yang berlandaskan pada pemikiran bahwa
kemampuan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi merupakan tujuan yang harus
dicapai dalam pembelajaran bahasa. Jadi pembelajaran yang komunikatif adalah
pembelajaran bahasa yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan yang
memadai untuk mengembangkan kebahasaan dan menunjukkan dalam kegiatan berbahasa
baik kegiatan produktif maupun reseptif sesuai dengan situasi nyata, bukan
situasi buatan yang terlepas dari konteks.
3.
Pendekatan pembelajaran
Pendekatan
pembelajaran adalah pendekatan
yang mengacu kepada teori-teori psikologi dan perkembangan kejiwaan anak yang
kemudian dikenal dengan psikolinguistik, yang terkait erat dengan pembelajaran bahasa
dan dapat mendukung keberhasilan belajar.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Dilihat dari
pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan
pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered
approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru melakukan pendekatan dengan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses
pembelajaran, dan
2. Pendekatan
pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered
approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru menjadi subjek utama dalam
proses pembelajaran.
Fungsi
pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah
sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran
yang akan digunakan, memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan
pembelajaran, menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai, mendiaknosis
masalah-masalah belajar yang timbul, dan, menilai hasil penelitian dan
pengembangan yang telah dilaksanakan.
Komentar
Posting Komentar