Pengertian Lengkap Teks Laporan Hasil Observasi Beserta Struktur Isi dan Unsur Kebahasaan

    Teks Laporan Hasil Observasi menjadi salah satu mata pelajaran di SMA kelas X. Banyak sekali yang bisa digali dari Teks Laporaan Hasil Observasi. Apakah kalian tahu apa saja hal-hal yang yang dapat dipelajari dari Teks Laporan Hasil Observasi ? Lalu untuk apa  kita mempelajari Teks Laporan Hasil Observasi?
    Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dipelajari dalam Teks Laporan Hasil Observasi kalian perlu terlebih dahulu mengetahui apa pengertian atau definisi dari Teks Laporan Hasil Observasi. Selain pengertian, Teks Laporan Hasil Observasi juga memiliki struktur isii dan unsur kebahasaan. Berikut adalah penjelasan tentang materi Teks Laporan Hasil Observasi.

1.      Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

     Pengertian teks laporan hasil observasi secara umum adalah berita atau informasi yang dibuat berdasarkan pengamatan. Sebuah pengamatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mengetahui sesuatu dari sebuah fenomena yang didasari pada pengetahuan dan gagasan yang bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi terkait dengan suatu fenomena atau peristiwa yang sudah atau sedang terjadi dilingkungan.

   Proses dalam mendapatkan informasi-informasi tadi haruslah objektif, nyata serta dapat dipertanggung jawabkan. Observasi juga didefinisikan sebagai sebuah proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Secara etimologi, observasi berasal dari bahasa latin yang memiliki arti “melihat dan memperhatikan”. Dengan demikian pengertian observasi secara etimologi adalah proses untuk melihat dan memperhatikan suatu objek tertentu untuk mendapat data dan informasi yang dibutuhkan.

Pengertian teks laporan hasil obserfasi menurut beberapa ahli:

a.        Menurut Kosasih (2014:43)

      Menyatakan bahwa teks laporan hasil observasi mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan, bukan hasil imajinasi. Hal ini menegaskan bahwa yang diungkapkan dalam laporan hasil observasi adalah sesuatu yang terjadi.

b.       Menurut Sutrisno Hadi

     Pengertian teks laporan hasil observasi adalah sebuah proses yang sangat kompleks yang terdiri dari berbagai macam proses baik proses biologis maupun proses psikologis yang lebih mementingkan proses-proses ingatan dan pengamatan.

c.        Menurut Nawawi dan Martini

      Arti teks laporan hasil observasi adalah pengamatan sekaligus pencatatan secara urut yang terdiri dari unsur-unsur yang bermunculan dalam suatu fenomena-fenomena dalam objek penelitian. Hasil dari pengamatan akan dilaporkan dengan susunan yang sistematis dan sesuai kaidah yang berlaku.

d.       Menurut Prof. Heru

      Pengertian teks laporan hasil observasi merupakan suatu pengamatan menunjukkan sebuah studi atau pembelajaran yang dilaksanakan dengan sengaja, terarah, berurutan, dan sesuai tujuan yang hendak dicapai pada suatu pengamatan yang dicatat segala kejadian dan fenomenanya yang disebut dengan hasil observasi, yang dijelaskan dengan rinci, teliti, tepat, akurat, bermanfaat dan objektif sesuai dengan pengamatan yang dilakukan.

e.        Menurut Hanna Djumhana

    Definisi teks laporan hasil observasi adalah suatu metode ilmiah yang hingga waktu ini masih menjadi tempat utama dalam ilmu pengetahuan empiris serta masih mendapat pengakuan dari dunia penelitian karya ilmiah sebagai metode yang sering digunakan dalam melakukan pengumpulan data.

f.        Menurut Patton

   Teks laporan hasil observasi adalah sebuah metode yang akurat dan spesifik dalam melakukan pengumpulan data serta memiliki tujuan mencari informasi mengenai segala kegiatan yang sedang berlangsung untuk dijadikan objek kajian dalam sebuah penelitian.

 

2.      Struktur Isi Teks Laporan Observasi

      Struktur isi teks laporan observasi yaitu:

a.        Definisi umum (pembukaan)

      Bagian ini berisi pembuka atau pengantar hal yang akan disampaikan. Memberi penjelasan kepada pembaca mengenai konsep dan definisi umum terkait objek observasi sehingga pembaca paham terkait apa yang akan dibahas pada teks tersebut. Selayaknya sebuah teks, maka pembukaan merupakan bagian penting yang menjadi pengantar ke bagian berikutnya. Namun, sebagai catatan, penjelasan yang diberikan pada bagian pembukaan tidaklah mendetail seperti pada bagian selanjutnya. Sebagai contoh, pada observasi mengenai minuman kemasan, maka dalam definisi umum (pembukaan) penulis perlu menjabarkan definisi dari minuman kemasan tersebut.

b.       Deskripsi bagian

    Pada bagian ini, berisi gambaran tentang konsep yang dilaporkan secara rinci. Disajikan penjelasan lebih detail mengenai objek observasi. Untuk contoh objek observasi yaitu minuman kemasan, penulis dapat mencantumkan jenis-jenis minuman kemasan yang beredar di Indonesia, kandungan dari masing-masing minuman, serta pengetahuan tentang manfaat dan bahaya dari zat-zat tersebut.

c.        Deskripsi manfaat

      Pada bagian ini, setiap objek yang diamati memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan. Penulis diberi ruang untuk menjelaskan manfaat dari objek observasi ataupun hasil observasi yang dilakukan bagi pembaca. Dalam contoh observasi mengenai minuman kemasan, pembaca dapat mengambil manfaat berupa pengetahuan terkait minuman kemasan untuk kemudian menentukan apakah itu bermanfaat atau justru berbahaya.

 

3.      Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Laporan Observasi

      Ciri-ciri kebahasaan teks laporan observasi yaitu sebagai berikut:

a.        Penggunaan verba (kata kerja), yaitu kata-kata yang menyatakan suatu tindakan.

b.       Penggunaan adjektiva (kata sifat), yaitu kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, atau binatang.

c.        Penggunaan frasa (kelompok kata), yaitu kata-kata yang terdiri atas dua kata atau lebih yang mengandung satu fungsi makna.

d.       Penggunaan sinonim, yaitu kata-kata yang memiliki persamaan makna. Sinonim adalah pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama. Suatu kata bersinonim dengan kata lainnya apabila dalam kalimat yang sama, kata-kata tersebut dapat saling menggantikan. Atau kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi).

e.        Penggunaan antonim, yaitu kata-kata yang memiliki makna yang berlawanan. . Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata.

f.        Penggunaan nomina (kata benda), yaitu kata-kata yang merujuk pada nama seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak).Kata benda berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan keterangan Ciri-ciri kata benda: Dapat diingkari dengan kata bukan.

g.       Penggunaan konjungsi (kata hubung), yaitu kata-kata yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, misalnya kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat. Kalimat yang hanya menggunakan satu verba atau disebut kalimat simpleks

h.       Penggunaan kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu verba utama yang menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Kalimat simpleks yang sesungguhnya sama dengan kalimat tunggal (hanya mengandung satu struktur: S-P-O-Ket-Pel). Unsur yang diletakan di dalam kurung belum tentu ada dalam kalimat.

i.         Penggunaan kalimat kompleks adalah ;kalimat yang terdiri atas lebih dari satu aksi,  peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. Kalimat kompleks dibagi menjadi duajenis, yaitu kelimat kompleks parataktik dan kalimat kompleks hipotaktik. Penggunaan kalimat simpleks, yaitu kalimat yang hanya terdiri atas satu struktur kalimat.

j.         Peggunaan kata penjenis adalah kata yang menentukan jenis atau klasifikasi benda yang diikuti. Menyajikan fakta yang menggolongkan isi atau bagian tertentu dari kalimat ke dalam kelompok tertentu. Kelompok nomina dengan penjenis tidak bisa disisipi oleh kata apa pun.

k.      Penggunaan kata pendeskripsi adalah kata yang mendeskripsikan/ menjelaskan kata benda yang dimaksud oleh kata penjenis. Fakta pendeskripsi menyajikan ciri-ciri dari obyek tertentu dalam kalimat. Kelompok nomina dengan pendeskripsi dapat disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangatatau terlalu dan kata pewatas seperti yang.

l.        Penggunaan istilah, yaitu kata-kata yang bersifat keilmuan atau teknis.

 

4.      Fakta Penjenis Dan Fakta Pendeskripsi Dalam Teks Laporan Observasi

a.    Fakta penjenis dalam teks laporan obeservasi yaitu:

   Fakta penjenis adalah kata yang menentukan jenis atau klasifikasi benda yang diikuti. Menyajikan fakta yang menggolongkan isi atau bagian tertentu dari kalimat ke dalam kelompok tertentu. Kelompok nomina dengan penjenis tidak bisa disisipi oleh kata apa pun. Kedua kata itu harus saling berdekatan. Contoh : kemasan. Pada contoh, kata “kemasan” menentukan jenis dari minuman dan “minuman” merupakan kata benda yang diikuti.

b.    Fakta pendeskripsi dalam teks laporan observasi yaitu:

   Fakta pendeskripsi adalah kata yang mendeskripsikan/ menjelaskan kata benda yang dimaksud oleh kata penjenis. Fakta pendeskripsi menyajikan ciri-ciri dari obyek tertentu dalam kalimat. Kelompok nomina dengan pendeskripsi dapat disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangatatau terlalu dan kata pewatas seperti yang. Contoh: rasanya manis. Kata “rasanya manis” memberikan penjelasan pada kata minuman bahwa yang dimaksud adalah minuman yang rasanya manis.


     Itulah Pengertian atau Definisi Teks Laporan Hasil Observasi beserta dengan struktur isi dan unsur kebahasaan. Semoga materi yang sudah dijelaskan di atas dapat bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.

Komentar