Pengertian Lengkap Teks Laporan Hasil Observasi Beserta Struktur Isi dan Unsur Kebahasaan
1.
Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi
Pengertian teks
laporan hasil observasi secara umum adalah berita
atau informasi yang dibuat berdasarkan pengamatan. Sebuah pengamatan atau
aktivitas yang dilakukan untuk mengetahui sesuatu dari sebuah fenomena yang
didasari pada pengetahuan dan gagasan yang bertujuan untuk memperoleh
informasi-informasi terkait dengan suatu fenomena atau peristiwa yang sudah atau
sedang terjadi dilingkungan.
Proses dalam
mendapatkan informasi-informasi tadi haruslah objektif, nyata serta dapat
dipertanggung jawabkan. Observasi juga didefinisikan sebagai sebuah proses
pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang
diteliti. Secara
etimologi, observasi berasal dari bahasa latin yang memiliki arti “melihat dan
memperhatikan”. Dengan demikian pengertian observasi secara etimologi adalah
proses untuk melihat dan memperhatikan suatu objek tertentu untuk mendapat data
dan informasi yang dibutuhkan.
Pengertian
teks laporan hasil obserfasi menurut beberapa ahli:
a.
Menurut Kosasih
(2014:43)
Menyatakan
bahwa teks laporan hasil observasi mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh dari
hasil pengamatan, bukan hasil imajinasi. Hal ini menegaskan bahwa yang
diungkapkan dalam laporan hasil observasi adalah sesuatu yang terjadi.
b.
Menurut Sutrisno Hadi
Pengertian teks
laporan hasil observasi adalah sebuah proses yang sangat kompleks yang terdiri
dari berbagai macam proses baik proses biologis maupun proses psikologis yang
lebih mementingkan proses-proses ingatan dan pengamatan.
c.
Menurut Nawawi dan
Martini
Arti teks
laporan hasil observasi adalah pengamatan sekaligus pencatatan secara urut yang
terdiri dari unsur-unsur yang bermunculan dalam suatu fenomena-fenomena dalam
objek penelitian. Hasil dari pengamatan akan dilaporkan dengan susunan yang
sistematis dan sesuai kaidah yang berlaku.
d.
Menurut Prof. Heru
Pengertian teks
laporan hasil observasi merupakan suatu pengamatan menunjukkan sebuah studi
atau pembelajaran yang dilaksanakan dengan sengaja, terarah, berurutan, dan
sesuai tujuan yang hendak dicapai pada suatu pengamatan yang dicatat segala
kejadian dan fenomenanya yang disebut dengan hasil observasi, yang dijelaskan
dengan rinci, teliti, tepat, akurat, bermanfaat dan objektif sesuai dengan
pengamatan yang dilakukan.
e.
Menurut Hanna Djumhana
Definisi teks laporan hasil
observasi adalah suatu metode ilmiah yang hingga waktu ini masih menjadi tempat
utama dalam ilmu pengetahuan empiris serta masih mendapat pengakuan dari dunia
penelitian karya ilmiah sebagai metode yang sering digunakan dalam melakukan
pengumpulan data.
f.
Menurut Patton
Teks
laporan hasil observasi adalah sebuah metode yang akurat dan spesifik dalam
melakukan pengumpulan data serta memiliki tujuan mencari informasi mengenai
segala kegiatan yang sedang berlangsung untuk dijadikan objek kajian dalam
sebuah penelitian.
2.
Struktur Isi Teks Laporan Observasi
Struktur
isi teks laporan observasi yaitu:
a.
Definisi umum
(pembukaan)
Bagian ini berisi
pembuka atau pengantar hal yang akan disampaikan. Memberi penjelasan kepada pembaca
mengenai konsep dan definisi umum terkait objek observasi sehingga pembaca
paham terkait apa yang akan dibahas pada teks tersebut. Selayaknya sebuah teks,
maka pembukaan merupakan bagian penting yang menjadi pengantar ke bagian
berikutnya. Namun, sebagai catatan, penjelasan yang diberikan pada bagian
pembukaan tidaklah mendetail seperti pada bagian selanjutnya. Sebagai contoh,
pada observasi mengenai minuman kemasan, maka dalam definisi umum (pembukaan)
penulis perlu menjabarkan definisi dari minuman kemasan tersebut.
b.
Deskripsi bagian
Pada bagian ini, berisi gambaran tentang
konsep yang dilaporkan secara rinci. Disajikan
penjelasan lebih detail mengenai objek observasi. Untuk contoh objek observasi
yaitu minuman kemasan, penulis dapat mencantumkan jenis-jenis minuman kemasan
yang beredar di Indonesia, kandungan dari masing-masing minuman, serta
pengetahuan tentang manfaat dan bahaya dari zat-zat tersebut.
c.
Deskripsi manfaat
Pada bagian ini, setiap
objek yang diamati memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan. Penulis diberi ruang
untuk menjelaskan manfaat dari objek observasi ataupun hasil observasi yang
dilakukan bagi pembaca. Dalam contoh observasi mengenai minuman kemasan,
pembaca dapat mengambil manfaat berupa pengetahuan terkait minuman kemasan
untuk kemudian menentukan apakah itu bermanfaat atau justru berbahaya.
3.
Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Laporan Observasi
Ciri-ciri
kebahasaan teks laporan observasi yaitu sebagai berikut:
a.
Penggunaan verba (kata
kerja), yaitu kata-kata yang menyatakan suatu tindakan.
b. Penggunaan adjektiva (kata sifat), yaitu kata
yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, atau
binatang.
c.
Penggunaan frasa
(kelompok kata), yaitu kata-kata yang terdiri atas dua kata atau lebih yang
mengandung satu fungsi makna.
d.
Penggunaan sinonim,
yaitu kata-kata yang memiliki persamaan makna. Sinonim adalah pertalian dua kata atau
lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama. Suatu kata bersinonim dengan
kata lainnya apabila dalam kalimat yang sama, kata-kata tersebut dapat saling
menggantikan. Atau kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau
leksikal dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar
(substitusi).
e.
Penggunaan antonim,
yaitu kata-kata yang memiliki makna yang berlawanan. . Antonim adalah kata-kata
yang memiliki pertalian makna bertentangan secara penuh atau secara sebagian
dalam berbagai urutan kata.
f.
Penggunaan nomina (kata
benda), yaitu kata-kata yang merujuk pada nama seseorang, tempat, atau semua
benda dan segala yang dibendakan. Kata benda atau nomina adalah kata yang
mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak).Kata benda berfungsi
sebagai subjek, objek, pelengkap, dan keterangan Ciri-ciri kata benda: Dapat diingkari dengan
kata bukan.
g.
Penggunaan konjungsi
(kata hubung), yaitu kata-kata yang menghubungkan dua satuan bahasa yang
sederajat, misalnya kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa,
serta kalimat dengan kalimat. Kalimat yang hanya menggunakan satu verba atau
disebut kalimat simpleks
h.
Penggunaan kalimat
simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu verba utama yang
menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Kalimat simpleks yang sesungguhnya
sama dengan kalimat tunggal (hanya mengandung satu struktur: S-P-O-Ket-Pel).
Unsur yang diletakan di dalam kurung belum tentu ada dalam kalimat.
i.
Penggunaan kalimat
kompleks adalah ;kalimat yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai
lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. Kalimat kompleks
dibagi menjadi duajenis, yaitu kelimat kompleks parataktik dan kalimat kompleks
hipotaktik. Penggunaan kalimat simpleks, yaitu kalimat yang hanya terdiri atas
satu struktur kalimat.
j.
Peggunaan kata penjenis adalah kata yang menentukan jenis atau
klasifikasi benda yang diikuti. Menyajikan
fakta yang menggolongkan isi atau bagian tertentu dari kalimat ke dalam
kelompok tertentu. Kelompok
nomina dengan penjenis tidak bisa
disisipi oleh kata apa pun.
k.
Penggunaan kata
pendeskripsi adalah kata yang mendeskripsikan/ menjelaskan kata benda yang
dimaksud oleh kata penjenis. Fakta
pendeskripsi menyajikan ciri-ciri dari obyek tertentu dalam kalimat. Kelompok nomina dengan pendeskripsi dapat
disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangatatau terlalu dan kata
pewatas seperti yang.
l.
Penggunaan istilah,
yaitu kata-kata yang bersifat keilmuan atau teknis.
4.
Fakta Penjenis Dan Fakta Pendeskripsi Dalam Teks Laporan
Observasi
a.
Fakta
penjenis dalam teks laporan obeservasi
yaitu:
Fakta
penjenis adalah kata yang menentukan jenis atau
klasifikasi benda yang diikuti. Menyajikan
fakta yang menggolongkan isi atau bagian tertentu dari kalimat ke dalam
kelompok tertentu. Kelompok
nomina dengan penjenis tidak bisa
disisipi oleh kata apa pun. Kedua kata itu harus saling berdekatan. Contoh : kemasan. Pada contoh, kata
“kemasan” menentukan jenis dari minuman dan “minuman” merupakan kata benda yang
diikuti.
b.
Fakta pendeskripsi
dalam teks laporan observasi yaitu:
Fakta
pendeskripsi adalah kata yang mendeskripsikan/
menjelaskan kata benda yang dimaksud oleh kata penjenis. Fakta pendeskripsi
menyajikan ciri-ciri dari obyek tertentu dalam kalimat. Kelompok nomina dengan pendeskripsi dapat
disisipi, misalnya dengan kata penyangat, seperti sangatatau terlalu dan kata
pewatas seperti yang. Contoh:
rasanya manis. Kata
“rasanya manis” memberikan penjelasan pada kata minuman bahwa yang dimaksud
adalah minuman yang rasanya manis.
Itulah Pengertian atau Definisi Teks Laporan Hasil Observasi beserta dengan struktur isi dan unsur kebahasaan. Semoga materi yang sudah dijelaskan di atas dapat bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.
Komentar
Posting Komentar