Hubungan Buku Teks Dengan Kurikulum
Hubungan Buku Teks Dengan Kurikulum
Hubungan buku teks dengan
kurikulum yaitu pada hakikatnya, buku
teks adalah sarana belajar yang digunakan di sekolah untuk menunjang suatu
program pembelajaran. Sementara itu, kurikulum
adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian dapat
dikatakan,
keberadaan buku
teks dan kurikulum selalu
berhubunga, berdekatan
dan berkaitan. Atau, dengan perkataan lain, kurikulum itu ibarat resep masakan
dan buku teks adalah bahan-bahan yang dilakukan untuk mengolah masakan
tersebut. Dalam hal ini pengolah atau juru masaknya adalah guru.
Para guru yang setiap hari
berkecimpung dalam dunia pembelajaran akan terasa benar betapa erat hubungan
antara buku teks dan
kurikulum.
Begitu eratnya, terasa hubungan itu saling menunjang antara satu dengan yang
lain. Ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa kurikulum lebih dahulu
daripada buku teks. Buku teks dianggap sebagai sarana penunjang bagi kurikulum
tersebut. Walaupun begitu, tidaklah menutup kemungkinan bahwa kurikulum lahir
berdasarkan adanya buku teks yang dianggap relatif baik sehingga perlu disusun
programnya secara bersistem. Dalam
penulisan buku teks, penulis masih perlu menyusun silabus, menentukan metode
pembelajaran, mencari bahan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai,
dan menentukan cara penyajian bahan yang sesuai dengan perkembangan anak.
Mengingat keadaan kurikulum
demikian itu, makin besarlah tanggung jawab penulis buku teks untuk menjabarkan
kurikulum dalam bentuk silabus. Di samping itu, penulis perlu memahami benar
landasan-landasan dan arah yang digunakan dalam penyusunan kurikulum agar
penafsiran dan pengembangannya dalam bentuk buku teks dapat
dipertanggungjaabkan dari berbagai segi.
Hubungan kurikulum dengan buku
teks lebih dekat dan akrab bahkan sehati. Pasalnya bila kurikulum mengalami
perubahan, maka buku teks pun harus menyesuaikan dirinya. Maka dari itu wajar,
bila buku-buku mata pelajaran terdahulu kadang tidak berlaku hari ini, bahkan
bila diperbandingkan akan terdapat benyak perubahan Peran buku teks
sendiri sangat lah mendominasi, disamping penulis buku teks itu memang harus
memahami dasar-dasar kurikulum yang digunakan juga memudahkan guru dalam proses
pembelajaran. Buku
teks harus memiliki kepekaan khusus untuk mengetahui setiap perubahan yang
terjadi di kurikulum. Karena bila hal itu terabaikan. Maka tujuan kurikulum
yang telah termaktub akan sulit terealisasi dalam proses pembelajaran. Faktanya
guru lebih dekat dengan buku teks dibandingkan dengan
kurikulum itu sendiri, karena para guru terlalu yakin bahwa buku teks yang
dianjurkan pemerintah telah mengacu pada kurikulum yang berlaku dizaman itu
Komentar
Posting Komentar