Keterkaitan Antara Pengajaran Tata Bahasaa, Kosa Kata, Pelafalan, dan Tata Tulis dengan Kompetensi Komunikatif beserta Contohnya

Keterkaitan antara pengajaran tata bahasa, kosa kata, pelafalan, dan tata tulis dengan kompetensi komunikatif memang ada yaitu pengajaran tatabahasa, kosakata, lafal, dan tatatulis dalam pembelajaran bahasa merupakan bagian dari kompetensi komunikatif, yang menjadi tujuan akhir dari pemelajaran bahasa. Oleh sebab itu, siswa perlu disadarkan atas peran tatabahasa, kosakata, lafal, dan tatatulis. Dalam mengajarkan tatatulis, mungkin guru sekedar memperkuat keterampilan siswa dalam hal tatatulis yang berlaku dalam berbahasa Indonesia karena tatatulis dalam bahasa Inggris sebagian besar sama dengan tatatulis bahasa Indonesia. Dalam pengajaran lafal, guru hendaknya mempertimbangkan ubahan-ubahan yang telah diidentifikasi mempengaruhi lafal siswa. Kosakata, sebagai bagian dari kompetensi komunikatif, memerlukan perhatian yang layak. Guru hendaknya memandang bentuk leksikal dalam peran bahasa bermakna. berkonteks.

 

Contoh penerapannya:

Alokasikan waktu kelas khusus untuk kosakata, bantu siswa-siswa untuk belajar kosakata dalam konteks, dorong siwa untuk mengembangkan strategi untuk menentukan makna kata, libatkan siswa dalam pengajaran kosakata. Pengajara kosakata dapat mencakup pembentukan kata (akhiran misal (an), awalan misal  (me), akar kata), penanda definisi (sinonim misal meninggal=mati dan Antonin misal mati=hidup), penanda inferensial (misalnya contoh, ringkasan, pengalaman sendiri). Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa tatabahasa merupakan bagian dari kompetensi komunikatif dan oleh sebab itu saling berkaitan. Kegiatan tatabahasa yang memecahkan masalah dan berbasis teks dapat diperlukan untuk mengembangkan pengetahuan aktif terartikulasi siswa tentang tatabahas.


Komentar