Perbedaan Metode Tata Bahasa Terjemah Dan Metode Kompromi Dalam Pengajaran Bahasa

Perbedaan metode Tata Bahasa Terjemah dan metode Kompromi dalam pengajaran bahasa yaitu sebagai berikut:

a.    Metode Tata Bahasa Terjemahan (MTT)

Metode tatabahasa-terjemaha bahkan tidak memerintahkan pembelajaran bahasa untuk tujuan sosial. Metode ini digunakan untuk tujuan pelatihan mental/pikiran, dengan karya sasra dijadikan sebagai materi utama untuk diterjemahkan dari dan kedalam bahasa sasaran. Tujuaanya adalah untuk mengembangkan keterampilan tatatbahasa terjemahan sebagai langkah awal yang perlu dilakukan bagi kajian sasra dan untuk mengembangkan disiplin mental. Ciri-ciri metode tatabahasa adalah penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tatabahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa, penekanannya pada membaca, mengarang, dan terjemahan, sedangkan berbicara dan menyimak diabaika, seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai, unit yang mendasar adalah kalimat, tatabahasa diajarkan secara deduktif dan bahasa daerah digunakan pengantar dalam terjemahan, keterangan, perbandingan, dan penghafalan kaidah bahasa.

b.    Metode Kompromi

Metode ini digunakan dengan dikombinasi dengan teknik-teknik tatabahasa terjemahan, khususnya terjemahan dan penjelasan tentang aturan-aturan tatahasa. Tujuan metode ini belajar mengutarakan atau mendiskusikan tentang yang terdapat dilingkungan, memperoleh kesepakatan di antara dua pihak yang saling berbeda pendapat. Untuk tingkat awal pemelajaran bahasa, metode langsung ini digunakan sepenuhnya, sedangkan ditingkat lebih tinggi digunakan bersama dengan beberapa teknik penerjemahan, khususnya untuk pemelajar dewasa. Ciri-cirinya biasa dilakukan dengan keadaan kepala dingin, dengan mengutamakan diskusi dalam pemecahan solusi, bersifat kekeluargaan dalam mencapai kesepakatan dan biasanya dilakukan dengan mengurangi atau bahkan tanpa tuntutan pengajaan bahasa.

Komentar