Perubahan yang Dialami Selama Proses Pembelajaran Bahasa Komunikatif dan Langkah Untuk Mengatasinya
Menurut pemahaman Saya mengenai hal-hal yang tidak terduga yang dialami selama proses pembelajaran Bahasa komunikatif yaitu seperti:
Siswa
masih tampak malu dalam mengemukakan pendapatnya, kurang lancar
bercerita/berbicara dan struktur kalimatnya belum runtut, bahasa Indonesia yang
digunakan banyak yang tidak sesuai dengan kaidah, sulit mencari materi yang
cocok untuk semua siswa dan yang menarik perhatian mereka, dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam penerapan di
kelas. Sedangkan materi yang hendak
dicapai banyak, apalagi sistem pembelajaran adalah sebulan di industri dan
bulan berikutnya di sekolah yang harus dibagi lagi waktunya dengan pelajaran
yang lain. Pada siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan komunikatif, siswa
harus mampu
berbahasa untuk berbagai
keperluan komunikasi. Kemampuan berbahasa yang dimaksud adalah kemampuan
menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan tersebut di dalam pembelajaran
dilaksanakan secara terpadu dan saling menunjang satu dengan yang lainnya.
Langkah Saya untuk mengatasinya yaitu:
Berkenaan
dengan hambatan yang dialami, harus terus memotivasi siswa untuk lebih berani berkomunikasi
dengan cara kelompok-kelompok belajar yang ada agar anggotanya tidak
terlalu banyak (minimal empat orang), memilih salah satu siswa yang memiliki kemampuan
lebih sebagai pemimpin yang bertanggung jawab terhadap kelompoknya
sehingga ada kontrol antarsiswa, dan seluruh siswa akan mengambil dan mendapat
bagian secara merata dalam melakukan kegiatan yang memotivasi kompetensi
komunikatifnya sehingga dapat meminimalkan adanya perasan takut, malu berbicara
dan lain sebagainya. Sambil jalan dapat mengadakan tilang bahasa secara perlahan-lahan,
tetapi yang lebih diutamakan adalah memberi peluang keberanian siswa
mengemukakan gagasan/idenya. Materi dapat diperoleh dengan cara menyuruh siswa bercerita/berbagi
pengalaman ketika praktik kerja industri yang disesuaikan dengan apa yang ada
hubunganya dengan bahasa Indonesia, misalnya tentang masalah kalimat-kalimat
dalam instruksi kerja, surat-menyurat, sehingga siswa termotivasi untuk
mengembangkan kemampuan komunikatifnya.
Komentar
Posting Komentar