Asal Usul Terbentuknya Bahasa
Bahasa merupakan salah satu alat paling efektif untuk saling menyampaikan informasi kepada sesama. Kapan bahasa mulai muncul? Akan di bahas secara lebih detail pada deskripsi di bawah ini. Menurut beberapa sumber referensi yang telah saya baca ada banyak sekali teori yang mengemukakan asal-usul munculnya bahasa. Berikut beberapa pendapat kemunculan bahasa menurut para ahli:
Charles Darwin, menyatakan bahwa bahasa berasal dari imitasi dan modifikasi dari berbagai suara alam, suara hewan, dan suara tangisan yang disertai simbol dan gestur.
Pendapat lainnya datang dari Noam Chomsky, seorang professor lingustik yang menyatakan bahwa bahasa manusia sangat berbeda dengan bahasa hewan. Ia berspekulasi bahwa pemicu dari terciptanya bahasa adalah mutasi di sel organisme manusia yang menyebabkan terciptanya ide dan konsep dasar mengenai bahasa dan sistem bilangan. Saat bahasa masih belum muncul, manusia hanya berkomunikasi dengan gestur, simbol, dan suara dari mulut yang dikeluarkan secara terbatas.
Chomsky memperkirakan bahasa pertama kali muncul di Afrika sekitar 60.000 sampai 10.000 tahun lalu. Pendapat lain juga mengatakan bahwa bahasa tertulis paling tua yang ditemukan adalah bahasa Sumeria yang muncul sekitar 3300 sampai 3000 SM.
Perkembangan bahasa dipicu oleh nenek moyang kita yang sering melakukan perjalanan mengelilingi dunia demi mencari tempat yang aman dan nyaman. Perjalanan ini dilakukan secara berkelompok. Kelompok ini menciptakan suatu isolasi budaya yang memunculkan bahasa yang berbeda. Pada setiap belahan dunia yang berbeda, akan ditemukan hal yang berbeda pula, mulai darikondisi alam, flora dan fauna, dan sebagainya. Dari sinilah, tercipta kosa kata baru yang turut menjadi tanda perkembangan bahasa di dunia.
Setelah mengetahui berbagai teori mengenai kemunculan bahasa dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa mulai muncul pertama kali di Afrika sekitar 60.000 sampai 10.000 tahun lalu. Pendapat lain juga mengatakan bahwa bahasa tertulis paling tua yang ditemukan adalah bahasa Sumeria yang muncul sekitar 3300 sampai 3000 SM. Setidaknya kita bisa lebih menghargai keberadaan bahasa yang dapat menjembatani kita dengan orang lain.
Menurut beberapa sumber referensi yang telah saya baca berikut ini penjelasan mengapa bahasa bisa berbeda-beda yaitu karena pada zaman dahulu nenek moyang kita melakukan migrasi dari tempat satu ke tempat lain untuk mencari makanan agar dapat bertahan hidup. Kemudian, nenek moyang kita terpisah di beberapa wilayah dan menciptakan bahasa baru disesuaikan dengan keadaan alam, makanan, dan maklhuk lainnya yang ada disekitarnya. Jadi dengan nenek moyang kita berisolasi dari tempat ke tempat yang berbeda-beda muncullah berbagai macam ragam bahasa.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberagaman bahasa. Yang pertama faktor jarak atau tempat. Dengan jarak yangdekat antar wilayah satu dengan wilayah lain penggunaan kata bahasa biasanya terdapat kemiripan kemudian terciptalah bahasa-bahasa baru. Begitupula sebaliknya ketika jarak wilayah satu dengan lainnya sangat jauh, bahasa yang digunakan pun akan sangat berbeda.
Yang kedua faktor budaya. Perbedaan kultur kebiasaan penduduknha dapat mempengaruhi perbedaan bahasa setiap wilayahnya. Apalagi Indonesia memiliki banyak pulau dan di pulau tersebut terdapat banyak wilayah juga dan setiap wilayah memiliki kebiasaan tersendiri dari situlah mengapa bahasa memiliki keragaman.
Selanjutnya faktor sejarah. Seperti yang kita ketahui, di dunia ini memiliki banyak negara dan negara tersebut pasti memiliki sejarah yang berbeda-beda. Seperti misalnya Sejarah terbentuknya wilayah nusantara tentu berbeda dengan yang lain. Wilayah nusantara umunya menggunakan bahasa Melayu, pada saat nusantara terbagi menjadi beberapa wilayah negara tentunya setiap negara tersebut membentuk atau mengembangkan bahasa baru dari bahasa Melayu.
Faktor yang terakhir yakni perbedaan demografi. Setiap wilayah pasti memiliki dataran yang berbeda. Seperti wilayah pegunungan, pantai, dataran rendah, dataran tinggi, dan wilayah perhutanan. Pada umumnya penduduk yang tinggal di wilayah pantai memiliki intonasi yang tinggi dan volume yang besar tetapi cukup singkat penuturannya. Jadi itulah mengapa bahasa memiliki berbagai macam keragaman dan berbeda-beda.
Komentar
Posting Komentar