PENGERTIAN DAN SEJARAH BIPA

             BIPA yang sering kita artikan sebagai Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing menjadi salah satu mata kuliah wajib di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mari kita simak urusan berikut yang akan memaparkan mengenai pengertian dan sejarah BIPA. 

A. Pengertian BIPA
Menurut beberapa referensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) adalah program pembelajaran bahasa Indonesia yang subjeknya merupakan pembelajar asing. Maka kedudukan bahasa Indonesia bagi penutur asing menjadi bahasa asing. Selain berorientasi pada pengajaran bahasa Indonesia, lebih luas program BIPA mampu diberdayakan menjadi alat diplomasi. BIPA juga diartikan sebagai program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia (berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan) bagi penutur asing. Program BIPA menjadi populer dan semakin diminati sejka terbukanya perdagangan bebas. Akan tetapi hingga kini masih ditemukan perbedaan pendapat tentang cara mengajarkan bahasa indonesia kepada penutur asing secara efektif, baik yang berkaitan dengan alat –alat demi mencapai tujuan, materi yang semestinya diajarkan, maupun metodepengajarannya (Wojo Wasito, 1976:1). Di Indonesia program BIPA telah diselenggarakan hampir disemua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Sedangkan menurut data pusat bahasa di Jakarta, program BIPA dalam pembelajarannya telah diselenggarakan oleh 46 negara diseluruh dunia, baik dilembaga negara tertinggi maupun di kedutaan besar berbagai negara, lahirnya BIPA merupakan sejarah perkembangan bahasa indonesia yang perlu diabadikan dalam penelitian(Sukanto, 1991:3).

B. Sejarah BIPA di Indonesia 
Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa di dunia yang berkembang pesat pesat pada abad 20-an. Pengajaran Bahasa Indonesia terus mengalami peningkatan, baik di luar maupun dalam negeri. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Republik Indonesia, sejak tahun 2000 telah menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing. Sementara perintisan BIPA itu sendiri ada sejak 1990-an. Kemudian, pada tahun 1999-an dibentuk tim khusus untuk menangani BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Penyelenggaraan kegiatan pengajaran BIPA dilandasi oleh pertimbangan bahwa di dalam era global, posisi bahasa Indonesia dalam hubungan dengan dunia internasional semakin penting dan potensial. Dengan demikian, besar harapan Bahasa Indonesia untuk menjadi jembatan dalam berbagai hubungan kenegaraan, karena bagaimanapun juga bahasa merupakan alat yang penting, terutama sebagai alat berkomunikasi. Para pengajar BIPA saat ini sudah mempunyai organisasi internasional khusus yang disebut Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau APBIPA. Salah satu tujuan dibentuknya organisasi ini adalah untuk menjalin kemitraan dan kerja sama dalam pengembangan pengajaran BIPA ke arah yang lebih profesional. Untuk itulah setiap tiga tahun sekali APBIPA menyelenggarakan konferensi internasional. Pada Kongres Bahasa Indonesia VI (1993), perkembangan BIPA di luar negeri sangat terlihat adanya keragaman motivasi sosial dan politik seperti yang sering kita lihat dalam keterlibatan pemerintah, lembaga swasta, universitas, kerja sama internasional, orientasi pengajaran, penyediaan materi ajar, dan manajemen pelatihan. Sedangkan kebijakan BIPA di Indonesia menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim saat berbincang kasual dengan para pengajar Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara virtual, Rabu (30/6). Hal ini dilakukannya untuk mengapresiasi para pengajar BIPA, khususnya yang berkiprah di luar negeri atas dedikasi dan kinerja mereka mengembangkan bahasa Indonesia. Diskusi santai yang diberi tajuk “Mas Menteri Ngobrol dengan Pengajar BIPA” tersebut dihadiri sekitar 500 orang peserta yang meliputi pengajar dan pegiat BIPA, pemelajar BIPA, pejabat perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, serta masyarakat umum yang mendaftar secara daring. “Saya mengapreasiasi atas dedikasi para pengajar BIPA, terus berkarya dalam memperkenalkan bahasa Indonesia ke kancah dunia,” demikian disampaikan Menteri pada acara dialog tersebut yang juga dihadiri oleh pejabat Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri dan para peserta program BIPA. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau akrab dikenal dengan Badan Bahasa, terus berupaya memajukan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional melalui diplomasi bahasa.

Komentar