Pengertian Teori Onomatopetik (Bahasa)
Dalam bahasa terdapat teori onomatopetik. Apakah kalian sudah mengetahui tentang teori tersebut? Mengapa teori onomatopetik bisa bertahan hingga saat ini? Yuk kita cari tahu jawabannya berikut ini.
Teori Onomatopetik
Teori onomatopetik atau yang disebut juga dengan teori ekoik ini adalah salah satu teori yang membahas mengenai imitasi suara di alam semesta. Teori yang dikemukakan oleh J.G Herder ini menyatakan bahwa objek-objek akan diberi nama sesuai dengan bunyi-bunyi yang dihasilkannya. Kata-kata imitasi seperti bow-wow baru muncul kemudian dalam Bahasa karena perkembangannya, yaitu sesudah manusia mempelajari seni ujaran dan telah mahir menggunakannya. Walaupun ada kritik dan sangkalan dari beberapa sarjana lain atas teori onomatopetik (teori imitasi) ini, dalam kenyataannya memang ada unsur-unsur Bahasa yang diciptakan manusia karena usaha meniru-niru bunyi binatang atau gejala-gejala alam disekitar manusia. Bila manusia menirukan bunyi-bunyi makhluk rendahan atau meniru peristiwa-peristiwa alam, sama sekali tidak berarti bahwa ia lalu lebih rendah dari makhluk-makhluk rendahan itu. Malahan manusia juga dapat menciptakan kata-kata baru karena usaha manusia menirukan bunyi sesame manusia lainnya. Yang penting dalam peristiwa ini adalah bahwa suatu bunyi yang mungkin dihasilkan oleh suatu makhluk tanpa makna, ditiru dan dipakai oleh manusia untuk merujuk makhluk itu sendiri atau perbuatannya. Maknanya justru diberi oleh manusia yang meniru bunyi itu, dan bukan oleh makhluk itu sendiri.
John Gottfried Herder, teori ini mengatakan bahwa obyek-obyek diberi nama sesuai dengan bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh obyek itu. Obyek yang dimaksud adalah bunyi-bunyi binatang atau peristiwa-peristiwa alam. Manusia yang berusaha meniru bunyi anjing, bunyi ayam, atau desis angin, debur gelombang, dan sebagainya akan menyebut obyek-obyek atau perbuatannya dengan bunyi-bunyi itu. Dengan cara tersebut terciptalah kata- kata dalam bahasa. Max Miller menjuluki teori ini dengan nama teori bow-wow. Teori ini ditolak oleh beberapa penentangnya karena dirasa tidak logis.
Teori onomatopetik mendapat bantahan karena kurang meyakinkan. Suara yang sama seringkali ditafsirkan secara berbeda-beda oleh orang-orang yang memiliki bahasa yang berbeda. Contohnya dalam menirukan bunyi kokok ayam jantan:
Orang Jawa kukuruyuk
Orang Sunda kongkorongok
Orang Inggris cook-a-doodle-doo
Orang Spanyol cocorico
Orang Italia chichirichi
Onomatope dibuat berdasarkan pola sistem bahasa tertentu.
Komentar
Posting Komentar