EKRANISASI NOVEL ASSALAMUALAIKUM BEIJING KE DALAM FILM ASSALAMUALAIKUM BEIJING
Apakah kalian tahu apa itu yang dimaksud ekranisasi? Ekranisasi merupakan suatu bentuk pemindahan dari sebuah novel menjadi film berikut akan dijelaskan salah satu bentuk ekranisasi dari novel menjadi film.
EKRANISASI NOVEL ASSALAMUALAIKUM BEIJING KE DALAM FILM ASSALAMUALAIKUM BEIJING
Novel karya Asma Nadia dan flm yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia yang diterbitkan oleh Pub-lishing House, pada tahun 2014 sebanyak 342 halaman dan film Assalamualaikum Beijing yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto dan diproduksi oleh Maxima Pictures.Novel dan film Assalamualai-kum Beijing menceritakan tentang per-jalanannya di kota Beijing yaitu Asmara yang diperankan oleh ( Revalina S. Temat ). Asmara seorang wanita yang tegar dan kuat dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, yang bertemu dengan Zhongwen yang diperankan oleh ( Morgan Oey ), le-laki tampan yang berprofesi sebagai Tour Guide Asmara di Beijing. Zhongwen ma-sih belum percaya dengan adanya agama, tetapi ketika berkenalan dengan Asmara akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.
Ekraniasi atau ecran dalam bahasa perancis berarti layar. Istilah ekranisasi dimunculkan pertama kali oleh Blustone, yang berarti proses pemindahan atau pe-rubahan bentuk dari sebuah novel ke dalam bentuk film. Ekranisasi Novel Assalamualaikum Beijing ke dalam flm Assalamualaikum Beijing. Mendeskripsikan penciutan dan penambahan pada tokoh, alur, dan latar dari novel ke flm. Sumber data dalam adalah novel karya Asma Nadia dan flm yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Menggunakan penelitian deskripsi dengan menganalisis novel dan flm. Dilihat dari segi penelitian menunjukkan bahwa (1)pada novel Assalamualaikum Beijing tidak disebutkan tokoh pak Danil, paman Zhongween dan istrinya. Film terjadinya pengurangan tokoh Bayu, (2) pada alur tahap awal novel dan flm terjadinya perbedaan alur pembuka, novel menggunakan alur campuran, sedangkan flm menggunakan alur maju, alur dan pada tahap akhir cerita menunjukkan bahwa terjadinya beberapa pengurangan adegan pada flm, (3) pada novel tidak mengalami pengurangan maupun penambahan latar waktu, tempat, dan sosial sedangkan pada flm terjadi pengurangan latar tempat yaitu, Borobudur, halte, dan kampus tidak ditampilkan di dalam flm. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengurangan dan penambahan yang terjadi antara novel dan flm Assalamualaikum Beijing.
Komentar
Posting Komentar