Pengertian Kutipan Langsung beserta Contohnya yang Mudah Dipahami

Kutipan langsung itu apa yah? Apakah sama dengan kutipan tidak langsung? Perbedaannya apa sih? Kalian pasti bertanya-tanya bukan?  Mari kita simak penjelasan mengenai kutipan tidak langsung dalam uraian di bawah ini.

A. Kutipan Langsung

Keraf (1994: 179) dalam Hikmat Dan Nanik Solihati (2013:100) menggolongkan kutipan menjadi dua jenis, kutipan langsung dan kutipan tak langsung. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli. 

Dari sini dapat disimpulkan bahwa kutipan langsung secara utuh mengutip teks yang akan dijadikan rujukan. 

B. Teknik Kutipan Langsung Berdasarkan Bentuknya
a. Secara mekanisme, kutipan langsung memiliki dua pola penulisan yang inasing-masing pola ditentukan oleh banyaknya teks yang dikutip. 

Untuk teks yang tidak lebih dari 4 baris, maka dapat me lakukan langkah-langkah berikut.
1) Kutipan terintegarasi dengan teks;
2) Kutipan diawali dan diakhiri oleh tanda kutip:
3)Jika teks utama ditulis dengan 2 atau 1,5 spasi, maka kutipan pun ditulis 2 atau 1,5 spasi. Hal yang sama terjadi jika teks utama 1 spasi, maka ditulis 1 spasi;
4) Mencantumkan sumber referensi.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.
Pembelajaran sebagai suatu yang bersifat sistematis tersebut, dinyatakan pula oleh Dimyati dan Mudjono (1999: 297) yang menyatakan bahwa, "pembelajaran merupakan kegiatan gunu secara terprogram dalam desain intruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar."

b. Kutipan yang lebih dari empat baris memiliki cara penulisan sebagai berikut.
1) Kutipan dipisahkan dari teks utama;
2) Kutipan tidak diawali dengan tanda kutip;
3) Kutipan ditulis 1 spasi walaupun teks utama 2 atau 1,5 spasi.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut: 
Strategi pembelajaran bahasa Indonesia menurut Iskandar- wassid dan Sunendar (2009: 8) memiliki pengertian,

Pola keterampilan pembelajaran yang dipilih pengajar untuk melaksanakan program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia. Program tersebut dirancang dapat menciptakan situasi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik meaktivitas mental dan intelektual secara optimal untuk mencapai tujuan keterampilan berbahasa Indonesia yang terdiri atas keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
Definisi diatas, lebih menekankan pada bagaimana menentukan pola pembelajaran yang tepat agar siswa mampu mencapai tujuan keterampilan berbahasa yang terdiri dari, menyimak, berbicara membaca, dan menulis.

c. Perlu diperhatikan dalam pengutipan langsung ini adalah bahwa ketika mengutip langsung, apapun yang terdapat dalam teks harus ditulis apa adanya, meskipun dalam teks sumber terdapat kesalahan.
Untuk menyiasati agar tidak terjadi kesalah- pahaman mengenai mana yang salah, maka hal itu dapat ditandai dengan menggunakan simbol buka kurung siku dengan berisi tulisan sic!. Secara lengkap bentuk itu akan tercermin sebagai berikut (sic!). Perhatikan contoh berikut:
Indonesia berasi! [sic] meraih emas. Setiap hari Rahmat pergi keperpustakaan (sic!) bersama teman- temannya.

Contoh pertama mestinya kata berasil ditulis berhasil, karena [h] dalam kata tersebut hilang. Adapun contoh kedua, kata ke- perpustakaan semestinya ditulis ke perpustakaan. Ke- di sini harus dipisah karena menunjukkan tempat.

d. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengutipan langsung adalah teknik menghilangkan bagian yang tidak perlu. Dalam kutipan seringkali justru gagasan yang ingin dikutip terletak di akhir atau bahkan di tengah. Menulis semua teks tersebut tentu dapat menganggu konsentrasi pembaca selain juga akan membuat halaman lebih banyak. Untuk menyiasati hal ini, maka yang harus dilakukan adalah memberikan titik elipsis atau tiga titik (...) pada yang akan dihilangkan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:

Ciri pembelajaran yang efektif dalam proses belajar menurut Aunurrahman (2009:34) adalah, "ditandai dengan terjadinya proses belajar dalam diri siswa. Seseorang dikatakan telah mengalami proses belajar apabila di dalam dirinya telah terjadi dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti."
Karena ada bagian yang tidak terlalu penting untuk karangan tersebut, maka dilakukan penghilangan seperti ini:
Ciri pembelajaran yang efektif dalam proses belajar menurut Aunurrahman (2009: 34) adalah, "... telah terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti."

Sumber buku Bahasa Indonesia Hikmat Ade, Nanik Solihati (2013:100-102)

Komentar