Pengertian Kutipan Tidak Langsung Beserta Contohnya yang Mudah Dipahami
Kutipan tidak langsung itu apa yah? Apakah sama dengan kutipan langsung? Perbedaannya apa sih? Kalian pasti bertanya-tanya bukan? Mari kita simak penjelasan mengenai kutipan tidak langsung dalam uraian di bawah ini.
A. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalalı pinjaman pendapat yang mengambil inti sarinya saja. Hal ini yang juga disampaikan oleh Suwarna (2012: 82) dalam Hikmat Dan Nanik Solihati (2013:100) .
Dari sini dapat disimpulkan bahwa kutipan tidak langsung memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan cara mengutipnya, kutipan tidak langsung hanya mengambil pokok pikiran atau inti sarinya saja.
B. Teknik Kutipan Tidak Langgsung Berdasarkan Bentuknya
Karakteristik kutipan tidak langsung herbeda dengan kutipan langsung. Hal ini bisa dilihat dari teknis penulisannya berikut.
1. Terintegarasi dengan teks utama:
2. Tidak diapit oleh tanda kutip;
3. Teks kutipan sesuai dengan teks utama. Jika 1 spasi, maka 1 spasi, begitupun jika 1,5 atau 2 spasi;
4. Mencantumkan sumber kutipan.
Untuk memahami teknis tersebut, perhatikan contoh berikut: Majas menurut Nurgiyantoro (1987: 297) Dalam Hikmat Ade, Nanik Solihati (2013:103) merupakan kata-kata yang tidak menujuk pada makna harfiah melainkan pada makna yang ditambah atau makna yang tersirat. Jika dibandingkan dengan kutipan langsung, maka terlihat perbedaannya.
Perhatikan contoh berikut.
Nurgiyantoro menyatakan bahwa, "permajasan (figure of thought) merupakan teknik pengungkapan bahasa, penggaya bahasa yang maknanya tidak menujuk pada makna harfiah kata-kata yang mendukung, melainkan pada makna yang ditambah, makna yang tersirat."
Sumber buku Bahasa Indonesia Hikmat Ade, Nanik Solihati (2013:100-102)
Komentar
Posting Komentar