Pengetian Bahasa Surat Kabar beserta Ciri-Cirinya
Surat kabar biasa disebut koran dikalangan masyarakat memiliki ciri-ciri yang mendasar lho. Apakah kalian familiar dengan koran? Pastinya familiar dong? Yuk kita sama-sama belajar tentang pengetian dan ciri-ciri bahasa koran atau bahasa surat kabar.
A. Pengertian Bahasa Surat Kabar
Secara umum bahasa dalam surat kabar harus memperhatikan ciri-ciri yang amat mendasar. Suroso (2021: 69) menyatakan bahwa bahasa surat kabar merupakan bahasa komunikasi massa yang harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal, karena mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengertahuannya.
B. Ciri-Ciri Bahasa Surat Kabar
Ada beberapa ciri-ciri bahasa surat kabar yang perlu diperhatikan agar pembaca dapat dengan mudah memahami apa yang dimaksudkan oleh penulis dalam surat kabar yang dibaca. Berikut ini akan dijelaskan lima ciri-ciri bahasa dalam surat kabar yaitu komunikatif, spesifik, hemat kata, jelas makna, dan tidak mubazir atau tidak klise.
1. Komunikatif
Ciri khas dari bahasa surat kabar atau jurnalistik adalah tidak berbelit-belit, tidak berbunga-bunga, harus terus langsung pada pokok permasalahannya (straight to the point). Bahasa surat kabar harus lugas, sederhana, tepat diksinya, dan menarik sifatnya.
2. Spesifik
Bahasa surat kabar atau jurnalistik harus disusun dengan kalimat-kalimat yang singkat-singkat atau pendek-pendek. Bentuk-bentuk kebahasaan yang sederhana, mudah diketahui oleh orang kebanyakan, dan gampang dimengerti oleh orang awam, harus senantiasa ditonjolkan atau dikedepankan di dalam bahasa surat kabar.
3. Hemat Kata
Bahasa surat kabar atau jurnalistik memegang teguh prinsip ekonomi bahasa atau ekonomi kata (economy of words). Bentuk-bentuk kebahasaan yang digunakan dalam bahasa surat kabar sedapat mungkin berciri minim karakter kata atau sedikit jumlah hurufnya.
4. Jelas Makna
Di dalam bahasa surat kabar atau jurnalistik, sedapat mungkin digunakan kata-kata yang bermakna denotatif (kata-kata yang mengandung makna sebenarnya), bukan kata-kata yang bermakna konotatif (kata-kata yang maknanya tidak langsung, kata-kata yang bermakna kiasan). Penghalusan bentuk kebahasaan (eufemisme), justru dapat dipandang sebagai pemborosan kata di dalam bahasa surat kabar.
5. Tidak Mubazir atau Tidak Klise
Bentuk mubazir menunjuk pada kata atau frasa yang sebenarnya dapat dihilangkan dari kalimat, dan peniadaan kata-kata tersebut tidak mengubah arti atau maknanya. Kata-kata klise atau stereotype ialah kata-kata yang berciri memenatkan, melelahkan, membosankan, terus hanya begitu-begitu saja, tidak ada inovasi, tidak ada variasi, hanya mengulang-ulang keterlanjuran.
Komentar
Posting Komentar