01.01.2-T1-3. Eksplorasi Konsep - Perjalanan Pendidikan Nasional dari Perspektif Ki Hadjar Dewantara

 

01.01.2-T1-3. Eksplorasi Konsep - Perjalanan Pendidikan Nasional dari Perspektif Ki Hadjar Dewantara



Nama: Septiyana Dwi Rahayu (2401640001) PPG PBSI A Tugas 1.4: Argumentasi Kritis Tentang Gerakan Transformasi Ki Hadjar Dewantara dalam Perkembangan Pendidikan Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pembaharu dalam dunia pendidikan nasional pahlawan nasional ini dikenal sebagai bapak yang memperjuangkan serta juga mengangkat martabat bangsa melalui bidang pendidikan.Masyarakat merasa memiliki kewajiban untuk memajukan dan memperbaiki berbagai dalam pendidikan semenjak kemerdekaan Indonesia. Tetapi tidak ada contoh yang baik untuk diterapkan di sekolah. Kemudian tidak ada cukupnya motivasi untuk mencari pengetahuan sendiri dan hanya berfokus pada nilai yang tinggi pada rapor. Oleh karena itu Indonesia hanya dipandang sebagai objek perdagangan selama masa penjajahan.Adanya intruksi untuk mengajarkan kepada rakyat untuk belajar membaca, menulis dan berhitung seperlunya saja. Selain itu didirikan juga "sekolah-sekolah kabupaten" yang hanya untuk mendidik calon pegawai. Upaya untuk mendidik kaum muda merupakan syarat utama dalam membebaskan diri dari jeratan penjajah.Pendidikan yang ada pada masa kolonial tidak mencerdaskan, melainkan mendidik manusia untuk tergantung pada nasib dan bersikap pasif. Pada tahun 1922 Ki Hajar Dewantara memiliki cita-cita yang sangat mulia, beliau menghendaki perubahan radikal dalam lapangan pendidikan dan pengajaran. Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh nasionalis yang memperjuangkan bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan. Taman Siswa ialah sebuah perguruan. Istilahnya bahwa perguruan ini sengaja dipakai untuk membedakannya dari kata sekolah yang pada masa itu merupakan pabrik yang tak berjiwa di mana sekolah yang hanya menghasilkan orang-orang yang pintar Perguruan ialah tempat tinggal guru dan juga tempat guru mendidik murid-muridnya. Hubungan batin antara murid dengan murid, antara guru dengan murid selalu erat. .Diharapkan nantinya seorang pendidik mampu mendidik peserta didik dengan memegang semboyan dari Ki Hajar Dewantara yakni, ing ngarso sung tuladha (dimuka memberi contoh), ing madya mangun karsa (di tengah membangun cita-cita), tut wuri handayani (mengikuti dan mendukungnya)." Kesimpulannya yaitu perjuangan oleh Ki Hajar Dewantara adalah bentuk investasi kepada generasi bangsa, dimana beliau ingin bangsa ini memiliki karakternya sendiri yang sejalan dengan nilai positif leluhur dan norma-norma yang berlaku, jika dikaitkan dengan konteks pendidikan sekarang maka sangat layak dan tepat saat ini menggunakan konsep pendidikan karakter dalam merdeka belajar, bisa kita amati arus perkembangan zaman yang dimana budaya jati diri anak bangsa mulai tergerus oleh budaya barat, dan tentu jika dibiarkan hal teersebut akan berakibat menghilangkan ciri atau nilai asli dari bangsa ini, maka dari itu sudah sangat tepat digunakan era sekarang ini pendidikan karakter. Dela Khoirul Ainia. "Merdeka Belajar dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya bagi Pengembangan Pendidikan Karakter", Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 3 No 3 Tahun 2020. Sugiarta, dkk. "Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Tokoh Timur)". Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 2 No 3 Tahun 2019. Zuriatin1, dkk. "Pandangan Dan Perjuangan Ki Hadjar Dewantara Dalam Memajukan Pendidikan Nasional", Jurnal Pendidikan IPS , Vol 11 No 1 Tahun 2021.

Komentar