Elaborasi Pemahaman - Topik 1; Al Islam dan Ilmu Pengetahuan

Elaborasi Pemahaman - Topik 1


Nama: Septiyana Dwi Rahayu (2401640001) Kelas: PPG PBSI A Gelombang 1 Tahun 2024 Tugas Elaborasi Pemahaman Al Islam dan Ilmu Pengetahuan Topik 1 1. Bagaimana hubungan antara indera, rasa dan akal dalam pencarian kebenaran atau ilmu pengetahuan? Jawab: Hubungan antara indera, rasa dan akal dalam pencarian kebenaran atau ilmu pengetahuan yaitu antara indera, rasa dan akal dalam pencarian kebenaran atau ilmu pengetahuan saling berhubungan. Mengapa demikian karena menurut Alquran sumber pengetahuan itu ada indra, rasa dan akal. Islam tidak hanya menyebutkan pemberian Allah kepada manusia berupa indra atau akal, tetapi juga menganjurkan kita agar menggunakannya, sedang dengan rasa Allah swt akan memberikan cahaya yang dengannya orang-orang yang beriman dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil dalam pencarian ilmu pengetahuan. Akal dan indera menjangkau dunia fenomena atau yang tampak, sedangkan hati menjangkau realitas. Akal bergerak mengitari objek-objek lalu memahami fenomena lewat kategori-kategori. Intuisi dapat melengkapi pengetahuan rasional dan inderawi sebagai suatu kesatuan sumber ilmu yang dimiliki manusia dan memberi banyak tambahan informasi yang lebih akrab dan partikular tentang sebuah objek dengan cara yang berbeda dengan yang ditempuh oleh akal maupun indera. Oleh kerena itu ketiganya saling berhubungan. 2. Sejarah menyebutkan adanya proses penyerapan tradisi intelektual dari bangsa lain melalui penerjemahan karya-karya ilmiah dari Bahasa Yunani dan Suryani (Syiriac) dalam berbagai bidang keilmuan. Uraiakan proses penyerapan tradisi intelektual tersebut dari sisi historis atau sisi sosial politik dan urgensinya bagi dunia pendidikan masa kini. Jawab: Proses penyerapan tradisi intelektual tersebut dari sisi historis atau sisi sosial politik dan urgensinya bagi dunia pendidikan masa kini yaktu Dinasti Abbasiyah adalah kekhalifahan ketiga yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad. Kekhalifahan ini didirikan oleh dinasti keturunan dari paman Nabi Muhammad, Abbas bin Abdul-Muttalib. Kekhalifahan Abbasiyah resmi memerintah sebagai khalifah setelah menggulingkan Bani Umayyah pada 750 masehi. Kekuasaan dinasti ini berlangsung selama lima abad, yakni dari tahun 750 hingga 1258 M. Selama masa pemerintahannya, Kekhalifahan Abbasiyah menerapkan pola pemerintahan yang berbeda-beda, sesuai perubahan politik, sosial, dan budaya. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah berhasil menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dunia. Perkembangan filologi di Timur Tengah tidak bisa lepas dari pengaruh Yunani lama. Berbagai naskah kebudayaan Yunani menjadi pedoman dalam berbagai bidang disimplin ilmu pengetahuan, khususnya ilmu filsafat dan Ilmu eksakta. Kegiatan filologi di Timur Tengah berawal pada abad ke-4 kemudian berkembang pada abad ke-5 dengan banyak ahli filologi yang berasal dari Edesse berpindah ke kawasan Persia. Pada tahap selanjutnya kajian terhadap naskah-naskah ilmu pengetahuan Yunani berkembang pada masa Dinasti Abbasiyah. Pada masa tersebut, pemerintah memberikan fasilitas keilmuan yang nantinya mengundang ketertarikan masyarakat kala itu. Dari hal tersebut, lahirlah ahli-ahli filologi dari kalangan bangsa Timur Tengah. Selanjutnya, dalam implementasinya filologi di Timur Tengah dapat dikaitkan dengan urgensi bagi dunia pendidikan masa kini penyebaran Islam dan bahasa Arab yakni bahwa penyebaran islam dan bahasa Arab banyak membutuhkan kajian yang berkaitan dengan filologi untuk meluruskan suatu informasi kesalahan yang berhubungan dengan naskah atau teks. 3. Jelaskan pandangan anda tentang sikap dan pendirian Islam yang saat itu di bawah pemerintahan Bani Abbasiyyah terhadap warisan keilmuan bangsa lain (outsider Islam)! Jawab: Pandangan Saya tentang sikap dan pendirian Islam yang saat itu di bawah pemerintahan Bani Abbasiyyah terhadap warisan keilmuan bangsa lain (outsider Islam) yaitu Pada masa Bani Abbasiyah umat Islam mencapai puncak kejayaan di berbagai bidang. Ini terjadi karena perhatian yang besar dari pemerintah terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, pemerintah membangun berbagai infrastruktur dan lembaga, termasuk lembaga pendidikan. Semangat mengembangkan ilmu pengetahuan yang ditunjukkan para khalifah pun terlihat jelas. Para khalifah yang memimpin turut mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebijakan-kebijakannya. Alhasil, penduduk berduyun-duyun mendatangi tempat-tempat menuntut ilmu, sementara para ilmuwan memiliki kedudukan penting dan derajat yang tinggi. Faktor yang mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Abbasiyah yaitu terjadinya asimilasi antara bangsa arab dan bangsa-bangsa lain, dan gerakan penerjemahan yang berlangsung dalam tiga fase. Itulah menurut pandangan saya. 

Komentar