Elaborasi Pemahaman Topik 5; Islam dan Ilmu Pengetahuan-Guru Profetik

 Nama : Septiyana Dwi Rahayu NIM : 2401640001 Kelas : PPG PBSI A Gelombang 1 tahun 2024 Elaborasi Pemahaman - Topik 5 

1. Pada topik ini, bagian mana yang menurut Anda paling menginspirasi? Mengapa? 

Jawab: Pada topik ini, bagian mana yang menurut Saya paling menginspirasi yaitu mengenai hal- hal yang harus ada pada seorang guru profetik karena iman, ibadah, akhlak merupakan ruh yang akan menghidupkan setiap elemen di dalam jiwa dan raga pendidik. Selain itu kepribadian guru Profetik yang mencakup aspek-aspek sidiq, amanah, tabligh, fathanah, sejalan dengan kompetensi guru yang berkepribadian, sosial, paedagogik, profesional. Sehingga nantinya guru menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya. 

2. Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut? Mengapa? 

Jawab: Yang ingin saya pelajari lebih lanjut yaitu mengenai kepemimpinan guru profetik karena kepemimpinan menjadi satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru, sehingga nantinya saya menjadi seorang guru yang mampu melakukan pengelolaan dan manajemen di kelas dengan baik.

 3. Berdasarkan pendekatan akal, apakah anda sudah memenuhi kualifikasi sebagai calon guru? Apakah kualifikasi tersebut terbukti secara empiris (pendekatan indera)? Apakah anda juga memenuhi kualifikasi pribadi shalih (pendekatan agama)? 

Jawab: Berdasarkan pendekatan akal, ya saya sudah memenuhi kualifikasi sebagai calon guru. Ya kualifikasi tersebut terbukti secara empiris. Saya juga memenuhi kualifikasi pribadi yang shalihah. 

4. Berdasarkan teori yang disampaikan pada topik ini, karakteristik guru profetik apa sajakah yang akan Anda lembagakan sehingga menjadi kepribadian Anda sebagai seorang guru nanti? 

Jawab: Berdasarkan teori yang disampaikan pada topik ini, karakteristik guru profetik yang akan saya lembagakan yaitu kepribadian seorang guru profetik seperti sidiq, amanah, tablig, fatonah sehingga menjadi kepribadian saya sebagai seorang guru nantinya. Shidiq, kejujuran menjadi prinsip yang tidak dapat digadaikan dengan apapun sehingga dengan demikian ia menjadi pendidik yang independent, tidak mudah goyah, dan berintegrasi dalam menjalankan tugasnya, apalagi melakukan manipulasi data, informasi, ilmu, dan sebagainya. Amanah, pendidik menjadi tempat yang dapat dipercaya dalam proses transfer ilmu pengetahuan, dapat dipercaya untuk membina peserta didik di sekolah, dan dapat dipercaya untuk menjadi teladan bagi setiap peserta didik. Fathanah, pendidik dalam bersikap yaitu penuh lemah lembut, lunak, dan fleksibel, danpiawai dalam merespon peserta didiknya. Tabligh, pendidik, akan menyampaikan ilmu pengetahuan dengan sebaik-baiknya tanpa ada sifat ingin menutupi untuk sebagian peserta didik dan membukanya (menyampaikannya) bagi sebagian lainnya.

Komentar