Mulai dari Diri - Topik 1; Topik 1 - Relasi Islam dan Ilmu Pengetahuan; Islam dan Ilmu Pengetahuan

Mulai dari Diri - Topik 1

Masing-masing dari pribadi kita adalah khalifah yang dibekali akal, indera, dan wahyu dari Allah Swt. Ilustrasikan diri kita adalah sebuah bangunan rumah, tiga potensi terpisah tetapi saling terhubung, ibarat sebuah rumah yang memiliki ruang-ruang yang terpisah dan memiliki fungsi masing-masing tetapi saling terhubung melalui pintu-pintu. Ruang-ruang tersebut menjadi komponen pembentuk rumah. Rumah tidak dapat dikatakan sebagai rumah jika hanya terdiri dari kamar, atau hanya terdiri dari ruang tamu, atau hanya terdiri dari dapur dan kamar mandi. Maka ketika satu ruang (akal) berdiri sendiri, tidak dapat disebut sebagai rumah (manusia), demikian halnya ketika hanya ada ruang ke dua (indera) tidak dapat disebut sebagai rumah, pun ketika hanya ada ruang ketiga (wahyu) saja. Ilustrasikan hal tersebut untuk memahami penempatan akal, indera, dan wahyu, serta untuk memahami fungsi dari ketiganya.

Kemudian, terapkan ilustrasi tersebut, untuk mengukur diri sendiri melalui beberapa pertanyaan reflektif berikut ini:

a. Sejauh mana anda mengoptimalkan akal dan indera untuk memerhatikan fenomena-fenomena yang terjadi di ruang kelas, di sekolah, dan di ingkungan masyarakat?

b. Apakah ketika mencoba mencermati fenomena tersebut, anda juga menggunakan agama (pemahaman akan wahyu) untuk menilai antara kebenaran (haqq) dan kesalahan (baṭil) yang ada dalam fenomena-fenomena tersebut?

a. Saya mengoptimalkan akal dan indera untuk memerhatikan fenomena-fenomena yang terjadi di ruang kelas untuk memperoleh ilmu pengetahuan, di sekolah juga untuk memperoleh ilmu pengetahuan, dan di lingkungan masyarakat juga demikian. Dibuktikan dengan bersekolah maka saya akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Kemampuan awal yang dimiliki manusia untuk mendapatkan pengetahuan adalah panca indera. Akal adalah alat berpikir, berpikir adalah bertanya, bertanya adalah  mencari jawaban, mencari jawaban adalah usaha untuk menemukan kebenaran. Akal dan indera yang saya miliki ini mendorong saya untuk senantiasa mendapatkan berbagai informasi hingga ilmu pengetahuan. Adanya akal dan indera maka saya bisa melihat potensi-potensi yang terdapat di alam dan di sekitar lingkungan dimana saya hidup.


b. Ketika mencoba mencermati fenomena tersebut, iya benar Saya juga menggunakan agama menurut Alquran sumber pengetahuan itu ada indra dan atau akal serta hati. Islam tidak hanya menyebutkan pemberian Allah kepada manusia  berupa indra atau akal, tetapi juga menganjurkan kita agar menggunakannya, sedang dengan hati Allah swt akan memberikan cahaya yang dengannya orang-orang yang beriman dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil. Akal adalah alat untuk berpikir dan berfilsafat yang bertujuan mencari kebenaran. Aktivitas akal merupakan daya yang luar biasa dalam mencari kebenaran yang merupakan objek pemikiran yang tidak pernah habis. Karena itu, akal tidak pernah puas terhadap sesuatu kebenaran yang diterimanya tanpa pembuktian secara rasional. Untuk memantapkan keimanan terhadap wahyu Allah  serta untuk memberikan penjelasan terhadap mereka yang ragu, maka wahyu sangat membutuhkan peran serta akal untuk mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang dibawa oleh wahyu.  Dengan kemampuan akal mengukapkan kebenaran yang dibawa wahyu  secara rasional, maka kebenaran wahyu akan lebih mudah diterima oleh manusia.  Dalam mengungkapkan kebenaran wahyu, akal tetap memiliki keterbatasan.  Dalam ajaran Islam, penggunaan akal memang tidak diberi kebebasan mutlak,  sebab dapat saja menyalahi rambu-rambu yang telah ditentukan oleh wahyu.

Komentar