Mulai dari Diri - Topik 3; Al Islam dan Ilmu Pengetahuan

 Mulai dari Diri - Topik 3

Selamat datang para mahasiswa pada pembelajaran kali ini!

Bagaimana perasaan Anda memasuki pembelajaran ini? Jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai belajar agar diberikan kemudahan dalam memahami materi atau konsep yang akan dipelajari. Mari kita jawab beberapa pertanyaan pemantik berikut untuk refleksi diri sebelum memulai belajar.

Ketiklah jawaban/respon Anda pada kolom jawaban yang telah disediakan. 

  1. Apa yang Anda ketahui dan pahami tentang  perkembangan pendidikan Muhammadiyah?
  2. Apa relevansi filosofi pendidikan Muhammadiyah dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini? 

1. Yang Saya ketahui dan pahami tentang  perkembangan pendidikan Muhammadiyah yaitu Majelis DikdasmenPimpinan Pusat Muhammadiyah membuat rentang perkembangan perjalanan panjang sejarah pendidikan Muhammadiyah ke dalam empat periode, yaitu: masaperintisan (1900—1923), masa pengembangan (1923—1970), masa pelembagaan (1970—1998), dan masa transformasi (1998—sekarang). Berikut adalah tantangan Pendidikan Muhammadiyah di setiap masa. sejak OrdeBaru berakhir yang segera disusul dengan gerakan reformasi sampai sekarang (1998-sekarang). Berbeda dengan era Orde Baru yang sentralistik, arah kebijakan pendidikan pemerintah pada era Reformasi ini bercorakdesentralistik-populis, seperti wacana sekolah gratis dan berdirinya unit sekolah baru di daerah-daerah yang dahulu belum terjamah oleh sekolahpemerintah, sehingga daya tampung sekolah pemerintah meningkat. penyebaran sekolah Muhammadiyah yang demikian masif sehingga tata kelola dan pola budaya sekolah Muhammadiyah mengikuti pola pengembangan sekolah negeri (pemerintah). Menghadapi kompleksitas masalah dalam perkembangannya sekolah Muhammadiyah harus berani keluar dari zona “pelembagaan”, “pemapanan”, “aman” yang telah membirokrasikan sekolah sedemikian rupa untuk kemudian bertransformasi menjadi sekolah berkemajuan (the improving school/modern school) yang menjanjikan masa depan dengan jalan menemukan kembali nilai-nilai keunggulan Persyarikatan. Penampilan sekolah berkemajuan yang merupakan produk dari proses transformasi ini memiliki banyak wajah sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, tetapi tetap mengedepankan pada mutu layanan yang prima dan proses pembelajaran yang bermakna.

2. Relevansi filosofi pendidikan Muhammadiyah dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini yaitu Ada beberapa pendekatan yang dapat dijadikan dasar pembahasan filsafat Pendidikan Muhammadiyah; Pertama, pendekatan normatif yakni bertitik tolak dari sumber-sumber otoritatif Islam (al-Qur’an dan Sunnah Nabi), terutama tema-tema pendidikan, kemudian dieksplorasi sedemikian rupa sehingga terbangun satu sistem filsafat pendidikan; Kedua, pendekatan filosofis yang diberangkatkan dari mazhab-mazhab pemikiran filsafat kemudian diturunkan ke dalam wilayah pendidikan; Ketiga, pendekatan formal dengan merujuk pada hasil-hasil keputusan resmi persyarikatan; Keempat, pendekatan historis-filosofis yaitu dengan cara melacak bagaimana konsep dan praksis pendidikan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh kunci dalam Muhammadiyah lalu dianalisis dengan pendekatan filosofis (Mohamad Ali dan Marpuji Ali, 2010). Berdasarkan pada pendekatan ketiga dan keempat, tujuan Pendidikan. Muhammadiyah dapat dibedakan pada era pra-perumusan dan era perumusan formal. Pada era pra-perumusan, tujuan Pendidikan Muhammadiyah belum dirumuskan secara eksplisit dan formal. Tujuan pendidikan Muhammadiyah lebih mengacu pada pemikiran K.H Ahmad Dahlan sebagai peletak dasar, baik yang disampaikan secara lisan maupun dalam bentuk tulisan. Pada Kongres Al-Islam di Cirebon, KH. Ahmad Dahlan menyatakan, Itulah relevansi filosofi pendidikan Muhammadiyah dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini.



Komentar