Peribahasa kelas 2 sd
Materi Peribahasa Kelas 2 sd
Pengertian:
Peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang punya arti tertentu.
Contoh:
- Ada gula, ada semut: Jika ada sesuatu yang menguntungkan, pasti akan ada orang yang tertarik.
- Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga: Keuntungan yang kecil tetap berguna.
- Ada asap, ada api: Jika ada tanda-tanda masalah, maka ada kemungkinan masalah yang lebih besar.
- Ada udang di balik batu: Ada sesuatu yang tersembunyi dari sebuah tindakan.
- Air beriak tanda tak dalam: Kehadiran masalah atau konflik menunjukkan ada ketidakharmonisan di dalam.
- Ada air, ada ikan: di mana kita tinggal, pasti akan ada rezeki.
- Air susu dibalas air tuba: Kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
- Ada angin ada pohonnya: Segalahal ada asal-usulnya.
- Bagai aur dengan tebing: Sangat cocok atau serasi.
- Bagai kera mendapat bunga: Sangat senang atau gembira.
- Bagai pinang dibelah dua: Saling berkepentingan atau membagi hasil.
- Bagai pungguk merindukan bulan: Merindukan sesuatu yang mustahil.
- Bagai kucing mati rasa: Tidak peka atau acuh tak acuh.
- Bagai tikus ke kandang kelinci: Tertipu atau masuk ke tempat yang tidak seharusnya.
- Bagai telur di ujung tanduk: Dalam keadaan kritis atau berbahaya.
- Bagai air di daun talas: Tidak memiliki dampak atau manfaat.
- Bagai air di tempayan yang retak: Terbongkar rahasia atau aib.
- Bagai kera mendapat bala: Mengalami kesialan atau kesulitan.
- Bagai burung hantu bertengger di siang hari: Seseorang yang tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan keadaan.
- Bagai api dalam sekam: Seseorang yang memiliki potensi berbahaya tapi belum terungkap.
Soal
Perhatiakn kutipan berikut untuk menjawab soal!
Sore ini Arai menemui Labih. “Kakak ingin pinjam komikku?” tanya Arai. Labih menggeleng. Dia sudah tahu maksud Arai. "Pasti ada udang di balik batu." Dugaan Labih benar. Arai ingin membeli kue dange, tetapi uangnya tidak cukup. Ini bukan pertama kalinya Arai kehabisan uang Labih mengingatkan Arai untuk berhemat. “Jangan sampai besar pasak daripada tiang.” Arai cemberut. “Ibu bilang kita harus saling membantu,” kata Arai. “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Labih tertawa. Ah, Arai memang pandai bicara!. Labih tetap menolak memberi Arai uang. Namun, ia mengambil sebungkus kerupuk ikan. “Bagaimana kalau kita makan kerupuk ikan saja?” “Aku mau!” seru Arai. Arai pun lupa keinginannya membeli kue dange.
Sebutkan makna atau arti dari peribahasa dari peribahasa berwarna merah yang ada dalam kutipan tersebut!
• Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing = ....
• Besar pasak daripada tiang = ....
• Ada udang di balik batu = .....
Kunci jawaban:
• Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing = Suka duka, baik buruk ditanggung bersama-sama.
• Besar pasak daripada tiang = belanja lebih besar daripada pendapatan.
• Ada udang di balik batu = ada suatu maksud yang tersembunyi.
Komentar
Posting Komentar